Kuliah Umum bersama SBY dan Taman Keanekaragaman Hayati Kiara Payung

Jumat, 11 September 2015 saya menghadiri kuliah umum dalam rangka Dies Natalis Universitas Padjadjaran ke – 58. Pematerinya adalah Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, dengan Judul “Trilogi Pembangunan Abad 21”. Dalam kuliah umum yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut, Pak SBY menekankan berkali-kali pada pelestarian lingkungan, demi kehidupan lebih baik. Kalimat yang tak lagi asing di telinga kita, tentu saja. Saking nggak asingnya, seringkali kalimat tersebut masuk kuping kanan, keluar kuping kiri. Alias, bosen. Namun kali ini berbeda. Saya, yang gampang bosen ini justru bisa meresapi betul apa arti kata-kata Pak SBY.

Continue reading “Kuliah Umum bersama SBY dan Taman Keanekaragaman Hayati Kiara Payung”

Bertasbih di Pantai Semeti

Mungkin belum banyak yang tahu keberadaan Pantai ini. Terletak di pedalaman Lombok Selatan, memberikan tantangan sendiri bagi wisatawan yang hendak berkunjung. Kami harus melewati areal hutan, persawahan yang luas membentang, juga gunung-gunung yang mengelilingi pantai. Jalan yang kami tempuh juga bukanlah jalan yang mulus, melainkan jalan tanah berbatu dengan kontur tanah bergelombang.
Inilah sisi lain Pulau Lombok yang masih benar-benar alami. Perjalanan ke pedalaman seperti ini yang mungkin saja membuat wisatawan malas atau tidak mengetahui keberadaan pantai yang luar biasa indah.
Tidak ada retribusi apapun saat kami memasuki kawasan pantai. Pasir pantainya kasar, berbentuk seperti merica yang besar-besar. Berwarna kekuningan, tidak putih seperti pasir pantai yang saya temui sebelumnya.
Pantai ini memiliki ciri khas tersendiri dengan bebatuan koral di sepanjang pantai. Tempat kita bisa menikmati pemandangan pegunungan yang memesona.

 

Tunggu dulu, tak berhenti sampai disitu saja pesona pantai ini. Ada bagian yang kami sebut “hidden paradise of Semeti Beach”. Kalau kita jalan ke sebelah kiri pantai, kelihatannya tidak ada yang menarik. Hanya sekumpulan bebatuan biasa dan pepohonan yang menutupi jalan. Seolah itu adalah jalan buntu. Tapi saya pun terkesiap ketika mendengar Mbak Nik menjerit. “Surganya disiniiiiiI!!!”
And this is it…Hidden Paradise of Semeti Beach
Ada tebing curam yang mengagumkan dengan deburan ombak gagah menerjang. Setiap detiknya sungguh memesona. Ombak memeluk tebing dengan berlainan cara. Kadang menghantam, kadang merangkul, kadang bergolak menakjubkan. Tergantung seberapa besar kekuatan sang bayu.
Tak ada kata lain selain mengucapkan, Subhanallah…sungguh besar kuasaMu, Ya Rabb…keindahan ini membuat kami tertunduk, seolah tersihir ciptaanMu dan tak ingin pergi.