Menjelang Keputusan Mahkamah Konstitusi, Jakarta Kenapa?

Jelang Putusan MK

Jakarta, 24 Juni 2019

Hari ini aku ada urusan di daerah Jakarta Pusat . Aku ngelewatin jajaran kantor kementerian dan Mahkamah Konstitusi. Banyak banget anggota TNI dan Brimob berjaga disitu. Bahkan jaganya tuh sampe ke kawasan Gambir, bunderan HI dan Gunung Sahari. Mereka bawa peralatan lengkap, senjata laras panjang, sama kawat pembatas gitu.

Pokoknya hampir setiap kantor pemerintahan dijagain deh.
Jelang Putusan MK
Jelang Putusan MK, Sumber: solopos.com
Jelang Putusan MK
pengamanan sidang putusan MK, sumber: liputan6.com

Jelang Putusan MK, Jakarta Kenapa?

Sampai urusanku selesai sore hari, TNI dan Brimob masih jaga. Karena macet aku sempat perhatiin ekspresi wajah mereka. Capek. Panas. Bosan, tapi tetap harus siaga. Aku juga lihat saat komandannya tetap berdiri saat anggotanya duduk. Sungguh tanggung jawab yang luar biasa.

Jelang Putusan MK
aparat kepolisian melakukan pengamanan sidang MK, Sumber: tribunnews.com
Jelang Putusan MK
Bunderan HI

Jakarta panas banget loh hari inih. Kesian akutuu lihatnya. Gimana kalau kita di posisi mereka? Kalo aku mungkin udah bawa kipas aurora kemana2. Trus duduk dibawah pohon rindang sambil makan es cendol.

Menjalankan Peran Masing-Masing

Sementara itu, di tempat yang adem karena AC, aku mikir, kenapa sih ada orang yang iseng bikin rusuh?

Coba deh kalau kita legowo, terus rendah hati untuk menjalankan perannya masing2. Yang karyawan bekerja sebaik2nya. Pejabat dan PNS melayani masyarakat. Pihak swasta menggerakkan ekonomi. Guru, dosen, ngajar. Didik dan cerdaskan anak didik kita dengan cara yang baik.

Pedagang jualan. Mang angkot, abang ojek, supir taksi, supir bus, masinis, pilot, ya menjalankan perannya masing2 juga. Sesuai kapasitasnya.

Pasti bakal damai deh negeri kita. Nggak usah menuntut  atau protes kalau kita berbeda. Kan DNA kita juga beda atuh. Nggak harus sama, tapi harus bersinergi.

Jelang Putusan MK

Indonesia bersatu, sumber: Baliexpress

Mendoakan Pemimpin itu Wajib

Siapapun pemimpinnya, tugas kita ya tetap sama. Menjalankan peran masing2, dan wajib mendoakan pemimpin kita.

Bullshit? Enggak lah. Aku bilang gini karena Allah dan nabiku menyuruh demikian. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasulnya, dan ulil amri diantara kamu (QS. Annisa : 59).

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Dan barangsiapa yang menaati pemimpin, maka sungguh dia telah menaatiku. Dan barangsiapa yang durhaka kepada pemimpin, maka dia telah durhaka kepadaku.” (HR. Bukhari no. 2957 dan Muslim no. 1835).

“Tapi kan pemimpin kita ginii…gitu..anu…”

Duh…kamu sama bos nurut. Padahal ketemunya mungkin cuma di dunia. Masa sama Allah dan Nabi kita yang jelas2 menuntun kita ke surga, kita masih menolak perintahnya?

Tanya kenapa.

Post Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *