Arum Silviani

Cerita tentang Purwokerto dan Pencarian Bakso Pekih

Memang bakso Pekih nggak asing lagi di telinga orang Purwokerto. Banyak pula blog kuliner yang mengulasnya. Makanya saya pun pengen ngobati kangen dengan menikmatinya selagi sempat mengunjungi kampung halaman. Melongok masa lalu, mengenang nostalgia. Nostalgia saya memang, meskipun demikian, boleh dong ya saya ulas sedikit tentangnya. Tentang kamu juga (Purwokerto maksudnya ๐Ÿ™‚ ).

Percaya nggak percaya, meskipun dulu saya pernah tinggal kurang lebih 6 tahun di Purwokerto, saat mau ke tempat ini lagi saya mendadak lupa ingatan. Hanya berbekal “dekat alun-alun” saja yang membuat saya nggak nyasar terlalu jauh. Ceritanya juga, saya lagi mengamalkan prinsip “Don’t use google maps when you traveling around Indonesia” sesuai tulisan saya disini. But…I don’t know why it’s not success hahaha, orang Purwokerto yang sehari-harinya tinggal disitu saja nggak tahu arah. Jadi pengen cerita nih pengalaman saya tempo hari.

Siang itu saya sama sepupu saya bingung mau jalan kemana di Purwokerto. Kebetulan kami nggak bawa kendaraan saat kelayapan di kota itu. So, saya mampir dulu ke toserba Rita Kebondalem. Sampai di toserba tersebut saya jajan-jajan dikit lah, trus saya nanya ke pelayannya.

“Kalau mau ke alun-alun naik apa ya, mbak?”

Si mbaknya jawab, “Alun-alun Purwokerto?”

Ya iyalah, masa alun-alun Purbalingga? Kan saya juga lagi di Purwokerto (ngebatin doang sih, aslinya saya ngangguk aja ๐Ÿ™‚ ).

Si mbaknya jawab, “Duh kalau alun-alun saya nggak tahu, mbak.”

Saya hanya menatapnya cengo. Kok bisa nggak tahu? Paling enggak saya dikasih arah kek kudu jalan kemana, mengingat di dekat situ nggak ada taksi mangkal/ojek. Ya udah lah ya, saya nanya lagi ke pak satpam. Kirain bakal dikasih jawaban, soalnya pak satpam sampe nanya ke temennya lagi di dalam. Eeh…pas balik, dia bilang nggak tahu juga arah ke alun-alun. Padahal saya sampai minta patokan saya harus belok kanan atau ke kiri nih kalau mau ke alun-alun. Tetap mereka jawab nggak tahu.

Akhirnya saya sama sepupu saya keluar dari toserba itu, terus jalan kaki ke arah kaki melangkah. Saya nanya lagi ke tukang parkir. Kalau ke alun-alun saya harus ke arah mana jalannya. Dalam bayangan saya, kalo mamang parkir di Bandung ditanyain arah, kemana saja hafal mereka. Kalaupun nggak hafal jalan, palingan kita dikasih tahu harus kemana dulu, terus sampai di tempat itu suruh nanya orang lagi. Sehingga saya berasumsi, kemungkinan besar pak parkir di Purwokerto juga bisa lah ya ditanya.

Tapi ternyata….ngezonk juga. Bapak parkir nggak tahu arah doong…

and bapak parkir berikutnya yang saya tanya pun sama nggak tahunya soal kemana arah alun-alun. Sampai disini saya agak curiga sih, ini emang pada nggak tahu arah beneran, apa nggak kooperatif saat ditanya jalan? Di Papua saja kalau saya tanya jalan dijawab oleh warga sekitar, meskipun dengan terpatah-patah. Lha ini Purwokerto. Saya su’udzon deh jadinya, inget pengalaman waktu dari stasiun mau ke hotel horison malah disasarin ke terminal. Miris banget ya, sudah saya kelilingi Indonesia bahkan sampai ke beberapa pelosok pedalamannya, nggak pernah sekalipun penduduk sekitar bohongin apalagi nyasarin saya. Eeh…ini malah dibohongin di kampung sendiri. Kecewanya dobel.

Akhirnya saya ketemu cici-cici gitu. Saya tanyalah ke dia arah alun-alun. Dan akhirnya si cici jawabin, tinggal lurus saja kalau dari sini, enaknya naik becak karena banyak jalan satu arahnya.

Lega banget hati saya. Finally ada yang jawab saya harus ke arah mana. Karena disini becak nggak ada yang mangkal, jadi kami harus nunggu gitu. Untungnya nggak lama nunggunya. Dan bapak becak pun nganterin kami sampai ke lokasi Bakso Pekih, tujuan kami. Hati senang, juga riang. Bapak becaknya juga baik. Sayang di daerah Kebondalem kok saya nggak lihat becak mangkal.

Salah satu jalan utama Purwokerto
Salah satu jalan utama Purwokerto

Review Bakso Pekih bakal saya posting di tulisan berikutnya ya.

Satu yang bikin saya kagum, alun-alun Purwokerto sekarang beda tampilan. Sudah mulai berdandan dia. Toserba Rita pun sudah membesar, tak lagi sempit dan apa-adanya seperti toserba Rita di pusatnya, Kebondalem.

Di salah satu sudut alun-alun saya tersenyum sendiri. Mengingat dulu saya pernah berdiri di ujung sana, sambil menyanyi untuk mengiringi aubade. Tak jauh dari alun-alun juga ada tempat bersejarah buat saya. Rumah Sakit Kartini, namanya. Tempat dimana saya dilahirkan (baca: numpang lahir sebelum akhirnya orang tua saya membawa saya untuk bergelut dengan kebisingan kota Jakarta).

alun-alun purwokerto
alun-alun purwokerto
Rumah Sakit Kartini
Rumah Sakit Kartini, copy from goletalamat.com

Setelah puas memandang alun-alun Purwokerto dan Masjid Agungnya, sepupu saya minta ke toko oleh-oleh.Kali ini, saya malas bertanya sehingga dengan terpaksa saya googling :)) nanya ke google maps untuk ditunjukkan ke sentra oleh-oleh. Maaf, ternyata Gunakan Penduduk Sekitar (GPS) di Purwokerto sering ngezonk. No offense ya, just my experience. Karena sinyal cukup kuat disini, saya sarankan anda yang berkunjung ke kota ini pun memanfaatkan sinyal itu untuk membuka google maps. Saya nggak tahu kenapa penduduknya bersikap demikian. Seolah belum siap menerima wisatawan dari luar kota. Mungkin yang saya tanya itu kebanyakan pendatang, tapi jujur, saya kehilangan keasliannya. Semoga lain kali, ketika kembali bertandang ke Purwokerto dan ingin bertanya ke orang di sekitar, nggak ngezonk lagi.

Toko oleh-oleh Sawangan
Toko oleh-oleh Sawangan

Oh iya, bagi anda yang ingin berburu oleh-oleh, jangan lupa membeli keripik tempe dan bumbu mendoan Purwokerto yang masyhur kelezatannya ( Bersyukur mama saya mahir bikin mendoan :D). Aneka oleh-oleh mulai dari keriipik tempe, sale pisang, getuk goreng, jenang gulo, lanting, nopia, dan lain sebagainya bisa anda dapatkan di sentra oleh-oleh Sawangan yang terletak di Jl. Jendral Sutoyo Purwokerto. Nggak jauh dari alun-alun. Jalan kaki hanya sekitar 3 menit. Sepanjang jalan itu banyak penjual oleh-oleh. Anda tinggal pilih mau beli di mana yang menurut anda paling lengkap. Tenang, harganya insyaAllah terjangkau.

Salam ngapak,

Sampai ketemu di postingan berikutnya ๐Ÿ™‚

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.