Saat mendengar orang mengucap Gunung Agung, satu yang terngiang dalam benak adalah nama sebuah toko buku besar yang sering saya kunjungi saat kecil. Waktu itu, saya tak tahu dimana lokasi Gunung Agung berada. Hanya mengenalnya sebagai sebuah merek dagang. Seiring berjalannya waktu, saya pun mulai membuka peta, membaca soal geografi, juga pemetaan wilayah. Lalu bertahun kemudian, saya mengunjunginya. Gunung Agung Bali di tanah Karangasem.

Gunung Agung Bali, Replika Gunung Meru
Gunung Agung terletak di sebelah tenggara Gunung Batur dan merupakan sebuah Gunung berapi di Bali. Tepatnya di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.
Kalau kita terbang dari Lombok ke Bali di sore hari, kita dapat melihat pemandangan luar biasa Gunung Agung, Gunung Rinjani, dan Gunung Batur yang berdiri saling bersisian.
Mereka bertiga bagaikan pasak yang perlahan melepaskan mentari saat hendak kembali ke peraduannya. Menyuguhkan panorama yang sanggup mengguncang cakrawala.


Baca juga: Amed, Sisi lain pulau dewata yang membuatku jatuh hati

Orang Bali sendiri percaya bahwa Gunung Agung merupakan replika dari Gunung Meru, sebuah Gunung dalam kepercayaan orang Hindu yang konon terletak di tengah dunia, pada tanah Jambunada. Sebuah gunung yang sering disebutkan dalam dongeng dan legenda Hindu.



Erupsi Gunung Agung Bali
Manakala saya mendengar berita tentang erupsi Gunung Agung, hati ini terasa teriris. Betapa tidak, satu tempat yang membuat saya jatuh hati pada Pulau Dewata adalah kawasan Gunung Agung Bali.
Kabupaten Karangasem, menurut saya adalah tempat paling menawan di Bali. Kendatipun jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kota, panoramanya sanggup menawan hati. Nuansanya pun dibalut kesederhanaan dan nuansa magis yang tak berlebihan.
Masyarakatnya sangat ramah, sarat akan budaya, dan masih menjunjung tinggi unggah-ungguh pergaulan. Mereka juga menghargai perbedaan, tulus membantu, tidak materialistis. Tidak pula terlalu komersil seperti di wilayah Bali yang kini terlalu terekspose media.
Semua yang saya alami di Karangasem mengalir begitu alami, sealami udara dan airnya yang jernih.

Baca juga: Menikmati Terbitnya Mentari Pagi dengan Sempurna di Amed, Bali
Namun, membayangkan wajah-wajah yang tulus dan selalu terbalut senyum itu kini dilanda susah, hati ini hanya bisa berharap kalau, mereka akan baik-baik saja. Semoga Tuhan senantiasa memberikan perlindungan kepada warga Karangasem dan sekitarnya, juga semua warga Bali.
If you ask me now, is Mount Agung Bali Still active? Yes, it is. The last eruption occured in 2017-2019.
Dalam bingkai cerita dan kenangan dari Amed, sisi lain Bali yang membuat saya jatuh hati.
Tulisan Terbaru:
- BSD ke Bandung Naik Kereta Parahyangan Fakultatif
- Cerita Tentang Anjloknya Kereta Api Ciremai, dari POV Penumpang KA Parahyangan Fakultatif
- Mengapa Orang Cerdas Sering Sulit Menjelaskan Sesuatu? Mengenal The Curse of Knowledge
- Tantangan Memilih Outfit Kerja di Gading Serpong, Sebuah Kawasan yang Mataharinya serasa Ada 6!
- Tantangan Dosen di Dunia Digital: Dilema antara menjaga otoritas ilmiah dan tuntutan algoritma




Bali,gunung agung bukan.a mau meletus ya mba
Iya, statusnya sudah awas. Mudah-mudahan nggak berlanjut sampai meletus