Arum Silviani

Pubertas Masa Remaja Generasi Milenial

Pubertas, atau lebih dikenal dengan masa puber ditandai ketika seorang anak remaja mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa ini biasanya berlangsung pada remaja dengan kisaran usia 8 sampai dengan 16 tahun. Remaja mulai merasakan syndrome “Saya Sudah Gede” sehingga cenderung bersikap semaunya sendiri, sulit diatur, mudah protes, dan melawan jika disuruh orang tuanya. Sampai disini, sebenarnya peran keluarga teramat sangat besar. Remaja yang masih labil ini, sorry to say tapi memang pada masa ini remaja cenderung belum memahami mana yang benar dan  mana yang salah. Sehingga Ia perlu perhatian khusus, dimana keluarga harus dapat menjadi tempatnya bertanya, tempatnya berbicara, tempatnya bersandar, juga tempatnya pulang. Jikalau tidak, maka seperti yang kita lihat di realita remaja masa kini, mereka akan berontak.

Stage of Puberty
Stage of Puberty, Source: google.com

Mereka merasa orang tua tak pernah memberikan ruang bagi mereka untuk bicara, tak memberikan kepercayaan pada mereka, melarang ini itu, tapi tak pernah pula mendampingi mereka dan mengarahkan mana yang benar, mana yang salah. Mana yang baik, mana yang buruk. Semua hanya disampaikan dalam bentuk larangan tanpa dialog yang membuat anak remaja ini mengerti.

Ketidaksabaran dan kekurang pedulian keluarga inilah yang seringkali membuat anak remaja ini mencari tahu sendiri ada apa di dunia luar sana. Mencari-cari perhatian dengan melakukan aneka kenakalan, atau ngerinya, terjerumus dalam pergaulan yang cenderung membuat siapapun mengelus dada.

Puberty
Puberty, Courtesy of Youtube

Ini bukan isapan jempol semata. Melainkan realita kehidupan remaja masa kini. Manakala orang tua dan keluarga tak lagi peduli dengan pendapat anak mereka yang sudah menginjak masa remaja. Terlalu sibuk untuk sekedar mendengar curahan hati sang anak, terlalu malas untuk memahami cerita tentang apa yang mereka alami di sekolah, juga di tengah pergaulan dengan orang-orang di sekitarnya. Orangtua hanya sibuk melarang nggak boleh ini, nggak boleh itu. Pokoknya nggak boleh. Membandingkan segalanya dengan jaman mereka yang  begitu baik, dengan jaman sekarang yang begitu bejat. Lagi-lagi, tanpa solusi. Tanpa pembekalan bagaimana anak remaja sebaiknya menyikapi godaan dan tantangan di jamannya.

Jika diantara anda ada yang punya adik, keponakan, atau anak yang menginjak usia remaja, ada baiknya kita berikan perhatian pada mereka. Jangan hanya melarang, tapi beritahu konsekuensinya agar mereka mengerti mana yang boleh dan tidak boleh. Agar logika mereka berjalan, tak hanya menerka-nerka kenapa mereka nggak boleh ini nggak boleh itu.

Just another my random thoughts when I wait for a movie by Director Upi. My Generation.

Baca juga: Curahan Hati Kids Jaman Now

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.