Arum Silviani

Homestay Rumah Merah, Penginapan di Tiongkok Kecil Heritage Lasem yang Memanjakan Mata

Kalau ngomongin soal Pandemi, saya rasa nggak akan ada habisnya ya. Lebih baik sekarang saya ajak kalian semua jalan-jalan virtual ke Tiongkok Kecil Heritage Lasem. Kota kecil di pesisir Jawa Tengah yang mempesona dengan sejarah, bangunan lama, serta perpaduan antara budaya Tionghoa dan Jawa, yang melatarbelakangi kecantikan dan keunikan kota ini. Nah buat kalian yang belum berkenalan dengan Lasem, kalian boleh baca dulu Itinerary wisata Lasem, 2 hari nggak sampai sejuta! yang sudah saya tulis sebelumnya. Di postingan ini saya mau cerita ke kalian semua pengalaman saya menginap di Homestay Rumah Merah Lasem.

Arsitektur Homestay Rumah Merah yang Memesona

Rumah Merah Lasem
Rumah Merah Lasem, Photo by: Yudi Risdianto

Sudah sejak lama saya jatuh cinta dengan arsitektur Homestay Rumah Merah Lasem, yang sekaligus menjadi icon sejarah dan budaya Lasem. Bentuk bangunannya unik, campuran antara gaya bangunan China dan Indies Belanda dengan ornamen khas Tiongkok. Tiangnya besar-besar, pendoponya megah, pintunya dari kayu yang di selot dengan kayu juga. Kebayang ngga sih cakepnya kayak apa? Vintage banget pokoknya.

Rumah Merah Lasem
bagian depan tiongkok kecil heritage
Rumah Merah Lasem
Sumur Rumah Merah
Rumah Merah Lasem
Lorong menuju sumur tua Rumah Merah Lasem

Selain suka arsitekturnya, saya juga suka warnanya. Merah, kuning, dan warna mentereng lainnya yang bikin semangat meskipun panas menyengat. Berkesan megah gitu.

Sejarah dan Misteri Penginapan Rumah Merah Lasem

Rumah Merah Lasem
pendopo rumah merah Lasem

Sebelum saya kemari, saya dapat informasi bahwa konon katanya, Penginapan Rumah Merah Lasem itu angker. Bangunan yang didirikan sekitar abad ke-19, atau tahun 1800-an menyimpan aneka misteri mulai dari banyak “Jin” nya, lalu banyak gangguan makhluk halus dan lainnya. Wallahualam bisshawab ya. Kalau saya sih nggak peduli dengan itu semua, karena di mata saya, bangunan Rumah Merah ini justru mempesona dengan caranya.

tiongkok kecil heritage Lasem
pendopo rumah merah
tiongkok kecil heritage Lasem
menuju terowongan rahasia

Sebagai gambaran, kalau kalian yang segenerasi dengan saya, dulu kalian suka nonton serial Vampir China yang loncat-loncat nggak? Vampirnya bakal berhenti menyerang kalau sudah ditempelin kertas bertuliskan aksara Mandarin di jidat mereka. Nah bangunannya tuh mirip kayak di film itu. Cakep banget.

tiongkok kecil heritage Lasem
pintu kamar
Homestay tiongkok kecil heritage
Melihat Batik yang dipajang di Lorong Masuk Rumah Merah. Photo by: Yudi Risdianto

Rumah Merah Lasem sekarang sangat terawat, setelah pindah kepemilikan. Jauh dari kata angker. Padahal sih saya masih penasaran versi Rumah Merah yang lama, yang konon banyak hantunya. Aneh ya akutuh? Penasaran saja sih dengan auranya di masa lalu. Sekarang bangunan nan megah ini dimiliki oleh Bapak Rudy Hartono, seorang pengusaha asal Lasem. Alhamdulillah ya Pak Rudy ngerti banget soal potensi Lasem, beliau melestarikan budaya Jawa-China yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Jadi kita nggak kehilangan salah satu bangunan terindah nan bersejarah ini.

Kelebihan Rumah Merah Lasem untuk Para Traveler

Anyway, kelebihan Rumah Merah Lasem untuk para traveler adalah kamarnya yang besar dengan harga terjangkau, tempat tidur yang besar, kamar mandi luas, wifi kenceng dan banyak colokan! Ini yang terpenting.

Saat traveling, pasti kita bakal bawa banyak gadget. Mulai dari handphone, power bank, laptop, kamera, dan lain sebagainya keperluan untuk mengabadikan moment perjalanan. Nah kalau perginya barengan lalu tinggal dalam satu kamar, biasanya kami rebutan colokan. Sehingga seringkali kami harus bawa extention cable dari rumah. Pengelola Rumah Merah Lasem kayaknya ngerti banget hal detail kayak gini.

Fasilitas dan Tarif Menginap Per Malam di Homestay Rumah Merah, Tiongkok Kecil Heritage

Pada saat saya dan teman-teman menginap di Homestay Rumah Merah, kami memilih kamar exclusive. Tarif per malamnya IDR 400.000/malam, untuk 4 orang. Jadi jatuhnya kami hanya bayar IDR 100.000/orang/malam.

Homestay tiongkok kecil heritage
kamar homestay rumah merah

Fasilitas kamarnya pun bikin nyaman. Kamar yang kami tempati sudah dilengkapi dengan AC, dua tempat tidur queensize, handuk, dan air mineral. Kecuali kamar mandi yang modern, kamar di Rumah Merah masih mempertahankan keasliannya. Lantainya, juga jendela dan pintunya yang eksotis. Duh gimana ya menggambarkannya? Kalian lihat saja deh fotonya.

tiongkok kecil heritage
Kamar Homestay tiongkok kecil heritage
tiongkok kecil heritage
Kamar 2

 

Nah segitu dulu review saya, semoga bisa memberikan gambaran untuk kalian semua. Saya sendiri belum puas mengunjungi Lasem. Ingin disana lebih lama untuk menyusuri setiap sudutnya. Karena setiap rumah di Lasem memiliki sejarah dan ceritanya sendiri, maka rasanya sayang untuk tidak dibagi. Nantikan postingan saya berikutnya tentang Desa Karangturi, sebuah kampung batik di Lasem yang sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.