Arum Silviani
Pendakian Tektok Gunung Andong via Sawit

Pendakian Tektok ke Gunung Andong via Sawit

Sebenarnya, Gunung Andong bukanlah tujuan saya sebelumnya. Namun karena satu dan lain hal, maka Gunung indah yang terletak di Magelang ini jadi pilihan saya dan my travelmate, Mbak Meylina. Gimana sih Pendakian tektok ke Gunung Andong via Sawit? Berapa lama waktu tempuhnya, rutenya, dan juga pemandangannya? Yuk kita ngobrol mulai keberangkatan saya dari Jakarta, hingga sampai di Gunung Andong, Magelang.

Perjalanan Menuju Yogyakarta

Dari Jakarta menuju Yogya, saya naik Kereta Argo Dwipangga. Berangkat dari Stasiun Gambir Pukul Pukul 09.50 WIB dan sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 17.40 WIB. Setelah sampai stasiun, saya pesan InDriver kemudian menuju ke Hotel The Edwin yang terletak di Bantul. Hotel ini lagi-lagi menjadi pilihan saya setiap saya bertandang ke Yogyakarta. Hotel bernuansa Jawa yang sangat hommy.

Letaknya tidak jauh dari Universitas PGRI Yogyakarta. Mau cari makan gampang, ke pusat kota Yogyakarta juga nggak jauh, dan dekat kampus. Itu sih. Nggak tahu kenapa, saya lebih nyaman kalau saya tinggal dekat kampus. Mungkin memang kampus adalah kehidupanku hahaha…

Jam 5 pagi Mbak Mey sudah tiba di Yogyakarta. Langsung saja saya siap-siap untuk menuju Magelang, dan memulai pendakian ke Gunung Andong. Kali ini, kami nggak hanya berdua, tetapi ditemani oleh Mas Heri, atau yang akrab dipanggil Mas Ireng. Kawan Mbak Mei yang menemani kami selama 3 hari ke depan.

Buat kalian yang mau wisata keliling Jogja, Magelang, dan sekitarnya, kalian juga bisa kontak Mas Heri di 0812-2621-5008.

Baca juga: Detail Itinerary 2 Hari 2 Malam di Yogyakarta

Hari ke-2

Perjalanan Yogyakarta-Magelang (Basecamp Desa Sawit) ditempuh sekitar 1 jam 15 menit. Kami disambut pemandangan pegunungan yang menawan di sebelah kanan dan kiri kami. Tidak ada pohon cemara, karena ini bukan Semeru dan sekitarnya.

baca juga: Ranu Kumbolo, Surganya Mahameru

Saya juga baru tahu kalau Desa Pendem dan Desa Sawit, yang menjadi gerbang masuk Gunung Andong ternyata padat penduduk. Jalannya pun cukup sempit, sehingga jika ada kendaraan melintas dari arah sebaliknya, salah satu harus mengalah.

Pendakian Tektok Gunung Andong
Pemandangan Desa Sawit
Pemandangan dari Pos Registrasi Gunung Andong
Pemandangan dari Pos Registrasi Gunung Andong

Sampai di Pos Penjualan tiket, kami langsung beli tiket untuk 3 orang. Harga tiket/orang Rp15.000,00. Karena kami niat mau tektok, kami hanya nitip mobil saja di depan rumah warga. Kami mulai mendaki sekitar pukul 06.30.

Registrasi Gunung Andong via Sawit
Registrasi Gunung Andong via Sawit

Pendakian Tektok ke Gunung Andong via Sawit

Kalau kalian mau naik ke Gunung Andong, kalian bisa lintas jalur. Naiknya via Sawit, dan turunnya via Pendem. Letak gerbang kedua pintu masuk Andong tidak terlalu jauh. Mungkin sekitar 200 meteran kali ya.

Pendakian Tektok Gunung Andong via Sawit
Pendakian Tektok Gunung Andong via Sawit
Gapura Andong Via Sawit
Gapura Andong Via Sawit

Kali ini, kami tidak berminat lintas jalur. Karena toh di Gunung Andong kita bisa naik lewat jalur lama, dan turun lewat jalur baru.

Ketika baru saja memulai pendakian, saya langsung mendesah.

Tangga!

Pendakian Tektok Gunung Andong
Jalur Tangga

Bukan gimana, saya memang bukan fans tangga kalau di Gunung. Hal ini bikin kesan yang kurang alami menurut saya. Saya lebih suka jalur yang tanah berbatu, ciptaan alam. Feel nya lebih dapet aja gitu. Lebih terasa naik gunungnya.

Lha kalau tangga, saya berasa mau ngajar. FYI, saya kalau mau ngajar dan lift ngantri panjang, seringnya saya naik tangga. Biasanya saya naik tangga dari lantai 1 ke lantai 10, 11, naik turun gitu tanpa lift. Nggak masalah saya naik tangga asal di Gedung. Bukan Gunung. Ya gitu deh. Kalian ada yang sependapat dengan saya?

Untungnya, tangganya nggak sampai puncak. Di Andong, kita masih diberikan jalur alam. Jalur yang membuat saya bernafas lega.

Pendakian Tektok Gunung Andong via Sawit
Pos 2 Dewandaru

Medan dan Rute Gunung Andong

Konon katanya, Gunung Andong adalah Gunung sejuta umat. Gunungnya para newbie. Gunung yang banyak bonusnya, karena hanya dengan 1 jam pendakian saja, kita bisa sampai ke puncak. Jika langit sedang berbaik hati, maka kita bisa dapat bonus melihat puncak Gunung Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Merapi.

Pendakian Gunung Andong juga nggak terlalu menyiksa sih kalau menurut saya. Memang cocok buat para pendaki ceria, atau pendaki newbie. Jalurnya jelas, aman juga sih (meskipun ini relatif ya). Buat kalian yang baru banget naik gunung mungkin bakal merasa Gunung Andong itu cukup terjal. Tapi buat saya, nggak terjal banget kok. Lebih terjal perjalanan menuju Benteng Cikahuripan Lembang.

2 Jalur Menuju Puncak

Di Gunung Andong, ada dua jalur menuju puncak. Jalur lama, dan jalur baru. Dibuat jalur baru karena jalur lama pernah longsor. Jalur baru ini terhitung lebih landai dibandingkan dengan jalur lama.

Healing dulu
Rute Jalur Lama Gunung Andong
Rute Jalur Lama Gunung Andong

Tips: jika ingin lihat pemandangan yang keren, lebih baik pilih jalur lama. Tapi kalau mau adem, pilih jalur baru. Kalau hujan, lebih baik lewat jalur baru karena jalur ini kerapatan hutannya lumayan. Jadi nggak basah banget. Tapi kalau hari cerah, lewat jalur lama menurut saya lebih mengasyikkan. Jalurnya terbuka sehingga jarak pandang kita lebih luas. Jika beruntung, kita bisa lihat Gunung Merbabu saat mendaki Andong.

Bertemu dengan Sesama Pendaki di Pos 4

Saat kami memutuskan untuk istirahat minum di Pos 4, kami bertemu 2 orang pendaki yang hendak turun. Mereka juga tektok. Naik jam 5 katanya. Hanya saja, mereka bilang kalau puncak tertutup awan. Nggak kelihatan apapun di Puncak hingga hari menjelang siang. Sehingga mereka memilih turun saja.

Katanya, kalau sudah berkabut seperti itu, maka seharian akan berkabut.

Pendakian Tektok ke Gunung Andong via Sawit
Healing di Gunung Andong

Ya sudah, nggak apa-apa sih. Namanya juga naik gunung. Nggak setiap saat cuacanya bagus kan? Di bawah cerah, eh ternyata di puncak tertutup awan. Buat saya, naik gunung nggak kehujanan saja sudah berkah luar biasa.

Pendakian Tektok Gunung Andong via Sawit
Pos terakhir sebelum ke Puncak Makam

Akhirnya Sampai Puncak Andong. Meskipun kali ini, tertutup Kabut.

Pendakian Tektok Gunung Andong via Sawit
Puncak Gunung Andong
Pendakian Tektok Gunung Andong via Sawit
Puncak Andong
Puncak Gunung Andong
Pemandangan dari Puncak Gunung Andong

Kurang lebih segitu dulu cerita dari saya. FYI, di Puncak Andong kalian juga bisa bikin camp. Ada toilet umum juga di dekat Puncak Makam. Tapi saat saya kesana, saya nggak ke toilet, jadi nggak tahu gimana kondisinya.

Terus saya, Mbak Mey, dan Mas Heri juga memutuskan untuk tidak ke Puncak yang lain, yaitu Puncak Alap-alap. Hanya Puncak Makam, Andong, dan Puncak Jiwa. Itupun kami nggak bisa berfoto di depan Bendera Merah Putih dan Plang nama Gunung Andong, karena sedang dalam proses perbaikan. Malah pas banget saat kami kesana, Monumen/Plang Gunung Andong sedang di Cat oleh pengelola.

Tapi bonusnya, kami bisa melihat Karnaval Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Hasil kolaborasi Warga Desa Pendem dan Mahasiswa KKN.

Nantikan cerita saya selanjutnya. Salam Lestari dari Arum Silviani.

Post Terkait:

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.