Pekerjaan Utama: Staf Ahli Sistem Informasi (Data Analyst) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Deskripsi Pekerjaan
![]() |
| Kota Lhokseumawe |
![]() |
| Universitas Cenderawasih, Jayapura |
2014-2016: Sabbatical Dari Dikti Untuk Menempuh Pendidikan S2
Tahun 2014-2016, saya memutuskan untuk sabbatical, atau break sementara dari Dikti. Pekerjaan ini tidak bisa saya kerjakan jika saya sambil kuliah S2. Tahun 2013 saya pernah mencobanya, mengikuti matrikulasi S2 di MSM SBM ITB. Namun karena jadwal kerja saya yang padat, akhirnya saya tidak bisa mengelola waktu dengan baik.
Pekerjaan saya membutuhkan mobilisasi tinggi, sementara SBM ITB tidak memperbolehkan mahasiswanya kuliah sambil bekerja, sehingga absensi saya pun jebol, dan nilai saya berantakan. Saya pun gagal untuk masuk MSM ini.
Saat itu ada pilihan lain, saya ditawari untuk melanjutkan di program studi yang berbeda, yaitu Teknik Industri, atau Manajemen Kebencanaan di UGM. Bahkan profesor UGM yang juga adalah kolega saya di Dikti bersedia memberikan rekomendasi penuh agar saya dapat beasiswa di program studi Manajemen Kebencanaan tersebut.
Tapi saya tidak mengambil kedua tawaran itu, karena terlalu jauh dari bidang studi yang saya tekuni dari diploma dan S1, yaitu bidang Pemasaran. Saya takut tidak bisa maksimal, atau bahkan tidak mampu mengikuti perkuliahan dengan sepenuh hati.
Akhirnya di tahun 2014 saya mendaftarkan diri ke program magister ilmu manajemen, Universitas Padjadjaran. Saya bahkan menyiapkan berkas ujian di sela-sela penerbangan saya.
Saat itu, saya sering bolak-balik ke Banjarmasin dan Banjarbaru, sebagai kelanjutan dari pekerjaan saya di 2012 tentang pemetaan listrik 200 desa di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sebuah proyek kerjasama PT PLN (Persero) dengan PT. Surveyor Indonesia.
Saya membayar pendaftaran Unpad lewat ATM di Bandara Soekarno Hatta, lalu mengirimkan proposal penelitian dari hotel yang saya tempati di Banjarbaru. Hati saya berdebar tentu saja. Apakah persiapan saya yang seperti koboi ini akan memberikan hasil yang bagus?
Tapi penolakan demi penolakan yang saya alami sebelumnya ternyata menguatkan saya. Kalaupun proposal saya dianggap tidak cukup, atau Unpad menolak saya seperti ITB, ya saya bisa coba lagi tahun depan. Demikian pikir saya.
Sementara itu, setelah mengirimkan proposal di malam hari dari hotel di Banjarbaru, saya melanjutkan pekerjaan saya, dari klien baru. Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu Kabupaten Tapin Tengah, Kalimantan Selatan.
Mereka mengirimkan email kepada saya yang saat itu tinggal di Bandung. Saya diminta untuk mengukur indeks kepuasan pelanggan mereka, untuk dijadikan rekomendasi strategis proses bisnis dan alur pelayanan di kantor tersebut.
Saya disini bertindak sebagai pimpinan proyek, namun masih dalam pengawasan Atasan juga mentor saya, Prof. Conny K. Wachjoe. Saya kerjakan tugas itu sepenuh hati, dibantu oleh tim saya di Kalimantan Selatan, yang pernah membantu saya memetakan 200 desa di pedalaman pulau tersebut.
Hasilnya, klien puas dan saya pun bahagia melihat hasil pekerjaan saya bisa memberikan dampak yang signifikan buat kemajuan kantor urusan pelayanan terpadu tersebut. Tidak lama berselang, saya mendapatkan email dari Universitas Padjadjaran, kalau saya diterima sebagai mahasiswa program magister ilmu manajemen.
Berbeda dari ITB yang meminta mahasiswanya untuk resign dari pekerjaan, Unpad justru melakukan dialog bersama kami, mahasiswanya. Pihak kampus mengizinkan mahasiswa S2 tetap bisa berkarya, karena mereka mengerti, sebagian besar mahasiswa magister adalah orang yang telah bekerja dan memiliki tanggung jawab tinggi, sehingga tidak mudah melepaskan pekerjaan begitu saja. Profesor kami saat itu mengatur jadwal, kami kuliah full Senin dan Selasa. Sisanya, bisa fokus mengerjakan tugas mandiri atau berkarya di luar.
Saat saya kuliah di Unpad, saya tidak bisa kerja secara fulltime. Sehingga untuk bertahan hidup dan biaya kuliah, saya mengajar di Politeknik Negeri Bandung sebagai dosen praktisi, mengerjakan proyek sebagai data benchmarking expert di PT. Pertamina Bandung Group, dan PT. Pertamina Region III, menjadi Consultant Community Development Expert di PT. Indonesia Power Geothermal Kamojang-Darajat Garut dan PT. Pertamina TBBM Cikampek.
Selain itu juga mendirikan dua institusi pendidikan tinggi negeri. Politeknik Negeri Media Kreatif Medan, dan Politeknik Negeri Media Kreatif Makassar. Pendirian institusi ini bukan tanpa sejarah, karena sebelumnya di tahun 2007, di awal karier saya, saya pernah menjadi asisten ahli akademik Tim Revitalisasi Pusat Grafika Indonesia menjadi Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, atas penugasan dari Sekretaris Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Jadi sebenarnya meskipun sabbatical dari Dikti, selama 2014-2016 saya tidak pernah berhenti bekerja dan kuliah. Saya pun lulus dan diwisuda sebagai wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi, 3,93 dengan gelar Pujian dan Summa Cumlaude.
Pekerjaan Kedua
![]() |
| Me and my wearpack |
![]() |
|
Bersama Tim PT. LAPI ITB dan Pertamina
(SP. Pondok Tengah, Bekasi)
|
![]() |
| Bercengkrama dengan penduduk Desa Karya Maju, Kalsel. |
Pekerjaan Sambilan Pertama
Dari sekian banyak perjalanan saya, biasanya saya abadikan dengan foto dan tulisan. Nah, tulisan-tulisan ini awalnya saya tulis di blog pribadi. Namun lama kelamaan, seorang teman menyarankan agar saya menuliskannya di media resmi.
Supaya lebih banyak dibaca orang dan lebih banyak memberikan manfaat. So, buat anda yang ingin mengetahui betapa cantiknya Indonesia, anda bisa berselancar ke website di atas.
Saya juga pernah menerbitkan buku antologi cerpen berjudul, “Rihan, Duta Kecamatan Ibun” yang diterbitkan oleh Penerbit Sinar Pena Amala. Tulisan ini menang dan menjadi juara 1, karya terbaik dalam antologi tersebut. Ide ceritanya terinspirasi dari penugasan saya selama kurang lebih satu tahun di PT. Indonesia Power Kamojang-Darajat, Garut, Jawa Barat.
![]() |
| Batik Papua |
![]() |
| Songket Makassar |
Pekerjaan Lainnya
![]() |
| Presentasi di Kelas |
![]() |
| Belajar Jadi Technopreneur |
Mendirikan Antasena Projects di 2021
Antasena projects adalah penyedia jasa konsultansi dan pelatihan profesional, yang dilaksanakan online maupun offline, dengan lingkup sebagai berikut:
- Keterampilan Mengetik 10 Jari untuk pemula
- Konsultasi Strategi Bisnis untuk Perusahaan
- Konsultasi Strategi Public Relations & Community Development Program untuk
- Perusahaan & Institusi Pemerintah
- Konsultasi Komunikasi Digital untuk Perusahaan, Institusi Pendidikan, dan Institusi Pemerintah
- Pelatihan Digital Marketing untuk pemula & advanced untuk perusahaan/perorangan.
- Pelatihan Kearsipan Perusahaan
- Pelatihan Public Speaking
Pelatihan dan workshop di antasena projects didampingi oleh instruktur berpengalaman di bidangnya, berlangsung online maupun onsite, dan langsung praktik. Peserta juga akan diberikan tips dan trik pada setiap materi pelatihan. Kliennya mencakup institusi pemerintah maupun swasta.















[…] Sebuah Cerita tentang Pekerjaan dan Blusukan […]