Arum Silviani

Random thoughts: Satu Oktober dan Sebuah Nostalgia Lama

Random thoughts: Satu Oktober dan sebuah nostalgia lama

Pagi ini, saya bangun dengan ritual yang sama. Dengan situasi yang sama, menatap dinding dan langit kamar yang sama, lantai yang sama, dan suara adzan yang sama dengan hari sebelumnya.

Namun segalanya jelas jauh-jauh berbeda.

Perasaan, hati, dan Pikiran saya tak lagi sama. They said I’m a woman now. Not a girl anymore.

Hari ini adalah satu hari, yang erat sekali kaitannya dengan masa lalu. Saya serasa dikembalikan pada tahun-tahun yang telah saya jalani. Tahun-tahun dimana saya benar-benar memulai kehidupan sebagai seorang manusia yang hendak menapaki masa depan. Jatuh bangun mengejar mimpi, belajar sabar, belajar mengenal hidup dan kehidupan, juga belajar tentang bagaimana menjadi seorang manusia yang bermanfaat. Kelebatan demi kelebatan singkat berlarian di benak saya, memutar ulang setiap adegan yang membuat saya tersenyum dan menangis sekaligus.

Karena hari ini, tepat sebelas tahun sudah saya berkecimpung di dunia yang orang bilang profesional.

Mungkin orang lain akan menganggap saya terlalu melankolis karena mengingatnya dengan begitu detil. Bahkan saya ingat betul, saya keluar rumah di jam yang sama dengan sebelas tahun lalu, menghadapi mentari yang sama dengan sebelas tahun lalu, namun dengan beban kerja yang jauh berbeda denngan sebelas tahun lalu.

Ya, hari ini saya seolah kembali ke tempat dimana saya dilahirkan sebagai seorang manusia baru. Kalau dulu saya digembleng menjadi seseorang yang mempunyai nilai, sekarang giliran saya yang menggembleng dan memberikan nilai itu. Kalau dulu saya yang duduk mendengarkan, kini saya yang berdiri dan didengarkan. Kalau dulu saya yang menerima, kini giliran saya yang memberi.

Namun masih banyak hal yang selalu saya pertanyakan pada diri sendiri. Apa yang sudah saya beri buat bangsa ini? Seberapa besar manfaat yang saya berikan buat orang lain?

11 years, and here I am. I hope I can make my parents proud with me before. And now I make that dreams come true. Semoga selalu demikian.

Sebuah Cerita tentang Pekerjaan dan Blusukan

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.