Arum Silviani

Sebuah Definisi mengenai “the peace religion” di Indonesia

Sebuah Definisi mengenai the peace religion di Indonesia
Melihat pemberitaan media, terutama selama bulan ramadhan ini, mau tidak mau membuat tak sedikit orang yang salah paham ketika mendengar kata “Islam”. Sungguh tidak sedikit. Bahkan tak sedikit pula diantaranya yang jadi membenci Islam, tanpa tahu arti sebenar-benarnya islam itu seperti apa. Tanpa mau mengenalinya, tanpa mau membuka telinganya, dan tanpa mau mengkonfirmasi kebenarannya. Hanya bermodalkan “Katanya.” Namun setelahnya, orang tersebut mengklaim sudah tahu segalanya soal islam. Lewat “katanya”. “Katanya” yang katanya fakta.

Memulai dengan Tabayyun

Sebagai bagian dari bangsa yang multi etnis dan multi religion, Marilah kita menelisik dari akarnya. Rootnya. Pernyataan aslinya. Agar kita tak mudah menerima sesuatu yang ambigu, yang tak punya sumber yang jelas, dan hanya bermodalkan “katanya.” Agar tidak terjadi miskonsepsi akibat ketidak jelasan sumber “katanya” yang entah kata siapa, kapan diucapkannya, dalam kondisi apa mengucapkannya, dan siapa yang menyuruh menyebarkannya. Tanpa melibatkan proses Tabayyun (Konfirmasi) di dalamnya.
Well…kalau dibahas sih nggak bakal ada habisnya ya. Tapi izinkanlah saya, sebagai seorang islam, menjelaskan dan mengkonfirmasi suatu hal. Sebuah pernyataan sederhana yang mampu saya nyatakan karena keterbatasan ilmu yang saya miliki.
wisata ke banda aceh dan sabang
Seorang turis asing sedang memotret Masjid Baiturrahman

Islam Secara Etimologis

Secara etimologis, Kata “islam” berakar dari kata bahasa Arab “Salam” yang berarti Damai. Juga berasal dari kosakata Arab “salm” yang bermakna “berserah diri pada Tuhan yang maha Esa.” Sehingga secara harafiah, islam bermakna damai, yang didapat dari beserah diri pada Tuhan yang Maha Esa.Orang yang berserah diri pada Tuhan yang Maha Esa disebut muslimin jika laki-laki, dan muslimah jika dia perempuan.
Banyak orang mengira kalau Islam ditemukan oleh Nabi Muhammad SAW. Namun kenyataannya tidak demikian, islam sudah ada sejak dunia ini ada. Nabi Muhammad SAW bukanlah penemu ajaran ini, tetapi utusan terakhir dari Tuhan Yang Maha Esa. Besertanya, Tuhan YME menurunkan Al-Quran. Sebuah buku yang berisi pernyataan terakhir dari Tuhan YME kepada seluruh umat manusia. Buku yang merupakan proklamasi bagi kemanusiaan, didalamnya berisi sumber dari rahmat dan hikmah, petunjuk, peringatan, pelipur lara, dan harapan.

Islam disebarkan dengan lembut

Islam tak pernah disebarkan dengan kekerasan. Tak pula dengan bom, senjata nuklir, fitnah, apalagi sekedar bungkusan mie instant agar seseorang mau memeluknya. Karena Allah berfiman dalam Q.S Al Baqarah (Sub bab 2, ayat 256) bahwa “Tidak ada paksaan untuk menganut agama islam” Sehingga umat islam sejati selalu menyampaikan islam dengan cara yang lembut. Karena Allah Maha lembut. Menyampaikan dengan cara yang indah, karena Allah Maha indah. Kalaupun ada kekerasan, coba telisik dulu siapa yang melakukannya. Islamkah ia? ataukah hanya boneka yang disuruh mengaku islam?

Manusia memiliki kehendak bebas

Karena sejatinya, Tuhan YME memberikan manusia kehendak bebas, yang tak dimiliki oleh makhluk lain. Allah memberikan pilihan pada manusia lewat akal dan pikiran, yang membedakannya dengan makhluk lain. Agar manusia dapat berpikir. Dapat menelaah sehingga nantinya akan menemukan kebenaran tentang siapa dirinya, mengapa dirinya diciptakan, dari apa dia diciptakan, dan siapa yang sebenar-benarnya telah menciptakannya.
Kami orang islam mencintai kedamaian. mencintai perdamaian. karena kami meyakini pernyataan Tuhan Yang Maha Esa, lakum diinukum waliyadiin.
Wallahualam bisshawab.
Post terkait:

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.