Sekolah Berkuda untuk Terapi Anak Autis

Sekolah Berkuda untuk Terapi Anak Autis

Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman dari Jakarta berencana meet-up. Nggak di Jakarta. Nggak di Bandung juga. Katanya, meet-upnya beda.

Mbak Nik, sebagai Trip leader bilang,

“Sekarang kita ke Bogor ya, nyoba hal baru.”

“Apa tuh?” tanya saya.

“Kita coba sekolah berkuda.” Sahut Mbak Nik santai.

“Tunggu-tunggu. Whatt?? Kudaaa???” Tanya saya. Shock.

“Iya. Kuda.” Jawab Mbak Nik pendek.

“Taaakuuutt…”

Dan seperti biasa, si mbak yang satu ini selalu bilang, “Hilangkan ketakutan terbesarmu.”

So, well…finally, suatu hari di pagi buta, dengan menembus hawa dingin, bersama travelmate, saya pun mengikuti trip kecil ini. Sebuah petualangan yang belakangan membuat saya justru…ketagihan. Duh…

Rute Menuju Kentauros School & Horse Stables

Anyway, setelah diskusi (baca: rumpi di WA Group) kami ketemuan di Stasiun Bogor. Lengkap deh tim Bandung dan Jakarta. Tujuannya adalah ke Kentauros School & Horse Stables yang terletak di Jl. Veteran Raya III No. 23. Alamat lengkapnya nanti lah ya saya kasih tau. Sekarang mau rumpi dulu.

Buat anda yang dari Bandung mau ke Bogor, baca juga:

Bandung ke Bogor naik kereta api

Sekolah Kentauros Sekolah berkuda untuk anak autisberkuda untuk anak autis
Tim Tukang Jalan, minus mbak adel

Terus-terus…Kentauros ini adalah sekolah berkuda milik Mas Ari, yang juga temannya Mbak Nik. Makanya, begitu sampai, kami langsung diajak ngobrol sama Mas Ari. Mulai dari bagaimana cara merawat kuda, juga cerita tentang, betapa kuda ini memiliki bonding (keterikatan) yang kuat dengan manusia. Terutama orang yang menungganginya. Kuda seperti memiliki perasaan, sehingga dia bisa mengetahui suasana hati penunggangnya.

Saat diceritakan seperti itu, saya sedikit ngerti lah ya. Soalnya saya juga punya pengalaman memelihara binatang ternak yang besar hahaha…

Awal mula mendirikan Kentauros Horse & Stables

Kentauros Sekolah berkuda untuk terapi anak autis
Mas Ari saat memperkenalkan Srikandi, Kuda turnamen andalan

Namun ketika Mas Ari cerita, latar belakang yang mendasari beliau untuk membuka sekolah berkuda, saya pun tercengang. Beliau membuka sekolah berkuda karena untuk terapi anak beliau yang memiliki gangguan spektrum autis.

Terus terang, saat Mas Ari cerita soal tingkatan spektrum autis, saya nggak ngerti. Bingung. Memangnya autis ada spektrumnya? Yang saya tahu, spektrum itu muncul manakala seseorang jatuh cinta, atau ketemu mantan #eeeaaa…

Maklum lah ya, saya memang orang dengan pengetahuan terbatas, apalagi belum berpengalaman soal bagaimana mengurus anak berkebutuhan khusus. Tentu saja tingkatan ingin tahu saya belum sampai ke taraf itu. Makanya, seperti biasa, saya akan mengulik jurnal dan penelitian ilmiah untuk mendapatkan jawaban soal ujian. Eh…jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, apa sih spektrum autis itu? Apa penyebabnya? Lalu, bagaimana penanganannya?

Ya, karena selain Al-Quran dan hadist, boleh jadi jurnal adalah rujukan dan referensi yang saya percaya dan yakini (korban anak science).

Spektrum autis? Apa itu?

Gangguan Spektrum Autis (Autism Spectrum Disorder/ASD) didiagnosa berdasarkan tiga gejala atau symptoms utama yang terkait interaksi sosial yaitu: Kemampuan yang terbatas dalam berkomunikasi, Melakukan sesuatu secara berulang, dan  memiliki stereotip perilaku kurangnya minat terhadap sesuatu (American Psychiatric Association, 2000). Anak dengan ASD memiliki risiko yang tinggi mengalami gangguan perilaku yang dapat mengganggu kualitas hidup dan membutuhkan perhatian khusus dari orang yang merawatnya.

Meskipun diketahui bahwa 90% penderita ASD berdasarkan keturunan, namun masih banyak pertanyaan yang tak terjawab mengenai ASD. Terutama tentang bagaimana awal mulanya ASD terjadi, dan bagaimana pula penanganan yang paling efektif untuk anak ASD. Hal ini membuat banyak keluarga dengan anak ASD seringkali berganti-ganti terapi untuk meringankan gejala yang timbul, termasuk diantaranya terapi yang hanya memiliki bukti yang sedikit sebagai penanganan ASD. Sehingga akhirnya, penanganan yang tidak berdasarkan riset yang mendalam tadi seringkali tidak sukses, tetapi hanya menghabiskan banyak waktu dan biaya. Bahkan boleh jadi, terapi yang diberikan pada anak ASD namun tidak berdasarkan riset mendalam akan membuat anak ASD tersebut justru menunjukkan perilaku ASD yang semakin kompleks (Gabriels, Agnew, Holt, Shoffner, Zhauxing, Ruzzano, Clayton, Mesibov; 2012).

Horse Riding for Therapic

Kentauros Sekolah berkuda untuk terapi anak autis
Anak didik Kentauros Riding School & Horse Stable. Photo by: Adelina Tampubolon

Terkait dengan hasil rumpi Mas Ari dengan psikolog, bahwa saat berkuda, maka anak ASD akan fokus dan memiliki bonding yang kuat dengan kuda yang dikendarainya, saya pun mencoba mengulik lagi. Apakah benar, berkuda bisa dijadikan terapi untuk anak ASD?

Bukti ilmiahnya ada nggak?

Ternyata setelah saya ubek-ubek Elsevier (penerbit jurnal bergengsi dunia), saya menemukan jawabannya. Jawaban berdasarkan penelitian dan survey yang dilakukan oleh psikolog kelas dunia juga.

Salah satu penelitian yang saya baca yaitu menguji efektifitas Simulated Developmental Horse Riding Program (SDHRP) atau program simulasi perkembangan dengan berkuda selama 2 minggu. Pada penelitian ini, yang diuji adalah kemampuan motorik dan fungsi sensor integratif dari 60 anak ASD. Pada fase pertama dengan jangka waktu 20 minggu, sebanyak 30 anak mendapatkan terapi biasa. Lalu fase berikutnya menggunakan terapi berkuda. Hasil menunjukkan bahwa anak ASD menunjukkan peningkatan kemampuan motorik dan fungsi sensor integratif setelah diberikan terapi berkuda selama 20 minggu. Namun demikian, efek terapi berkuda ini dapat bertahan kurang lebih selama 24 bulan ke depan (6 bulan) (Wuang, Wang, Huang, dan Yng Su; 2010). Oleh karena itu, untuk mempertahankan atau meningkatkan hasilnya, perlu konsistensi dalam berkuda.

Penelitian berikutnya dilakukan terhadap 127 anak ASD berusia 6-16 tahun. Para peserta penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan rata-rata kemampuan nonverbal dan standar skor IQ kurang dari 85 atau sama dengan 85. Secara acak, anak ASD diberikan terapi berkuda (mengendarai kuda) selama 10 minggu.

Sebagian dari anak tersebut diberikan terapi berkuda, sedangkan sebagian lainnya diberikan terapi seperti biasa (tanpa berkuda). Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 116 orang yang menyelesaikan test awal menunjukkan perkembangan signifikan. Anak ASD yang diberikan terapi berkuda tidak menjadi lekas marah dan hiperaktifitas berkurang setelah terapi diberikan selama 5 minggu. Selain itu, perkembangan signifikan juga terlihat pada kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi, dengan indikator meningkatnya jumlah kata yang dikuasai, dan dapat mengucapkan kalimat baru saat berbicara (Gabriels, Agnew, Holt, Shoffner, Zhauxing, Ruzzano, Clayton, Mesibov; 2015).

Masih banyak sebenarnya penelitian yang saya baca tentang efek terapi berkuda bagi anak ASD. Tapi nggak cukup kalau dituliskan semua disini. Lagian, review jurnal kebanyakan puyeng cyiin…

Mencoba Belajar Berkuda di Kentauros Riding School & Horse Stable

Kembali lagi ke kuda, rasanya semua sahabat terdekat saya tahu saya itu super takut sama kuda. Sejak dulu memang sudah begitu. Saya nggak pernah punya niat untuk dekat-dekat dengan kuda, apalagi belajar mengendalikan kuda sendiri. That’s a big no for me. Paling banter, saya naik delman deh. Cukup sudah.

And all my friends know, I don’t like animal at all. All animal. Sama kucing aja saya takut, apalagi sama kuda. Tapi saat saya mencoba belajar berkuda di Kentauros, menyingkirkan segala ketakutan saya dan percaya dengan pelatih juga kuda yang saya tunggangi, feelnya itu bedaaaa banget.

Sekolah berkuda untuk terapi anak autis
Pertama kali menunggang Kuda, Photo by: Iwan Kurniawan

Bonding antara saya dengan kuda yang saya tunggangi, langsung dapet. Kuda tersebut seolah tahu kalau saya takut. Oleh karenanya dia menunduk saat saya menaikinya sehingga saya lebih mudah untuk duduk di punggungnya. Selanjutnya kuda ini kalem, mengikuti gerakan tangan saya yang memegang tali kendali.

FYI, Kuda-kuda di Kentauros ini beda dengan di tempat lain. Mungkin karena mereka dilatih dengan cinta dan caring oleh para coachnya. Lalu, kuda disini juga kebanyakan kuda yang dipergunakan untuk turnamen. Jadi pasti terjaga postur, kesehatan, juga kebersihan kudanya.

Tips & Trik agar tidak grogi saat berkuda

Kalau merasa belum sanggup untuk berkuda, coba dulu deh kenalan dengan kuda-kuda di Kentauros ini. Anda dan keluarga bisa mengunjungi kandang, berkenalan dengan kuda-kuda yang semuanya gagah, bersih, dan terawat, sambil membawa wortel untuk Kuda yang keren-keren ini. Seru loh berkunjung ke kandang dan memberi makan mereka.

Sekolah berkuda untuk terapi anak autis
Berpose dengan Shavvy. Photo by: Iwan Kurniawan

Nah, sebentar lagi kan puasa. Anda juga bisa ngabuburit sambil mengajak keluarga untuk berkuda di Kentauros riding school & horse stables. Karena disini, selain untuk terapi anak ASD, juga diperuntukkan bagi yang mau serius olahraga berkuda, dan belajar berkuda secara profesional. Secara berkala, tim Kentauros Riding School & Horse Stable mengikuti turnamen, baik skala kecil maupun skala nasional. Kentauros tim ini selalu bertahan di juara ketiga selama tiga tahun berturut-turut. Karena berkuda adalah soal mental, bukan seberapa canggih sebuah alat.

Harga untuk mengambil kelas berkuda

Nah ini dia, saya juga agak nggak percaya saat melihat harganya. Untuk Private lesson Rp300.000/jam dan Pony Ride Rp.150.000/jam. Murah, kan? Soalnya saya bandingkan, di Bandung, menunggang kuda 50 menit saja Rp250.000. Itu hanya menunggang. Tidak belajar berkuda.

Pelatih yang berpengalaman

Terus pelatihnya, dan orang-orang di Kentauros ini bikin nyaman. Jadi serasa keluarga sendiri sehingga kita juga nyaman saat belajar disini (ini penilaian jujur saya loh ya, karena saya merasakan sendiri mencoba sekolah berkuda).

Meskipun terlihat kalem, para pelatih ini justru sangat profesional di bidangnya. Kalau sudah memulai melatih berkuda, rasanya mereka nggak kenal capek, namun tulus mendampingi kami. Sabar pula menghadapi saya yang memang dari semula takut banget sama kuda. Kata mereka, “Kuda ini kalau kita sudah kenal, maka akan menimbulkan sensasi nyaman. Selanjutnya, ketagihan.”

Ketagihan Berkuda

Walhasil, setelah penyesuaian dan adaptasi berkuda beberapa saat, saya berani memegang kendali sendiri. Bisa berjalan-jalan dengan Pumpkin, jenis kuda Aceh yang sudah sangat langka. Bercanda dengan Bowie, berpose dengan Shavvy, dan saya pun jadi ketagihan berkuda. Nggak percaya? Coba deh berkuda.

Sekolah berkuda untuk terapi anak autis
Belajar Berkuda, Photo by Iwan Kurniawan

Jadi, saat belajar berkuda itu sensasinya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, atau tertangkap oleh video ya. Harus dirasakan sendiri, baru bisa mengerti.

Sekolah berkuda untuk terapi anak autis
Berkomunikasi tak harus dengan kata. Photo by: Iwan Kurniawan

Saat saya berkuda, saya baru ngeh kenapa Rasulullah menganjurkan kita untuk berkuda. Ternyata saat kita berkuda, seluruh badan kita bergerak, dan keseimbangan terjaga. Kita juga selalu fokus karena kuda bukanlah alat, melainkan makhluk hidup yang dikendalikan oleh otak. Otomatis setelah kita berkuda, maka badan kita akan bugar, pikiran pun fokus. Begitupula dengan anak ASD. Mereka yang mengalami kesulitan dalam fokus pada suatu topik maupun saat bersosialisasi, akan terlatih dengan sendirinya setelah terapi berkuda.

Sekolah berkuda untuk terapi anak autis
Bersama pelatih di Kentauros

Nah selain untuk anak ASD, berkuda juga bagus buat anda yang punya keluhan sakit punggung, atau anda para bunciters yang mau six pack. Jadi nggak usah sit-up yang membosankan itu. Berkuda saja.

Buat anak remaja, berkuda ini juga bagus banget karena dapat memperbaiki postur. Saat berkuda, orang akan menegakkan punggungnya. Lalu saat menghentikan kuda, orang akan membusungkan dadanya. Sehingga badan pun jadi tegap dan bahunya bidang.

Rute Menuju Kentauros Riding School & Horse Stables

Awalnya, saya dan kawan-kawan juga sempat salah jalan. Muter lewat puncak. Ternyata, lokasinya itu malah nggak jauh dari Kota Bogor. Tepatnya di Jalan Veteran Raya III No. 23 RT04/01. Desa Citapen, Ciawi. Di google maps tinggal search aja Kentauros, pasti ditunjukkan jalannya. Tapi…sebaiknya beberapa kali anda refresh ya. Atau kalau bingung, tinggal tanya saja sama penduduk sekitar. Tanyanya, “Pacuan kuda di sebelah mana mang?”

Karena ya gitu. Kalau penduduk memang tahunya pacuan kuda. Bukan sekolah berkuda.

Jam Buka Kentauros Riding School & Horse Stables

Jam bukanya dari Selasa-Minggu. Mulai dari jam 08.00-20.00 WIB, atau sesuai perjanjian dengan pelatihnya. Terutama kalau weekend. Kita harus kabarin dulu pelatih, terus berapa orang yang mau berkuda. Kalau buat yang baru pertama coba berkuda juga kasih tahu saja ke pelatihnya. Sehingga mereka bisa menyiapkan kuda yang cocok untuk kita.

Jangan salah lho…kuda ini cocok-cocokan memang. Karena mereka makhluk hidup ya. Harus ada chemistrynya.

Pelatihnya bisa dihubungi di :

Imam: 087873550521

Heru: 087770946355

LINE: kentaurostable

Atau kepoin IG nya@kentauros_ridingschool

Webnya disini Sekolah berkuda Kentauros

Sekolah berkuda untuk terapi anak autis
Harga paket belajar berkuda di Kentauros Bogor. Sumber: Kentauros Riding School & Horse Stable

Tips & Trik Mengikuti Kelas Berkuda

Disarankan banget, bawa pakaian ganti satu set lengkap. Jangan kayak saya yang memang nggak bawa apa-apa karena nggak ngerti juga sih. Taunya kalau menunggang kuda di Jl. Ganesha kan ya udah pake baju gaul juga nggak apa-apa. Hehehe…

Bawa celana ketat. Kalau berhijab dan menggunakan rok, pakailah celana ketat juga (yang streetch dan bahannya halus ya guys). Bukan apa-apa, saat berkuda, maka otomatis paha kita akan mengalami gesekan dengan pelana kuda. Kalau kita nggak pakai celana ketat, nanti malah lecet-lecet.

Conclusion

Kayaknya segitu dulu deh sharing saya soal berkuda dan gimana efeknya buat anak ASD. Kalau postingan saya kepanjangan, ntar anda keburu bosen bacanya. Nanti di postingan berikutnya saya share lebih lengkap deh soal ada apa saja di Kentauros, bisa ngapain aja disana.

Sekolah berkuda untuk terapi anak autis
With Bowie. Photo by: Adelina Tampubolon

Happy traveling!!!

Referensi:

Wuang, Wang, Huang, Yng Su. The Effectiveness of Simulated Developmental Horse-Riding Program in Children With Autism. Adapted physical Activity Quarterly, 2010, 27, page 113-126.

Gabriels RL, Pan Z, Dechant B, Agnew JA, Brim N, Mesibov G. Pilot Study Measuring the Effects of thrapeutic horseback riding on school-age children and adolescents with autism spectrum disorders. Research in Autism Spectrum Disorders (2012).

Gabriels RL, Pan Z, Dechant B, Agnew JA, Brim N, Mesibov G. Randomized Controlled Trial of Therapeutic Horseback Riding in Children and Adolescents With Autism Spectrum Disorder. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry (2015).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *