Review Pantai Timur Pangandaran

Review Pantai Timur Pangandaran

Semalaman, Pangandaran diguyur hujan deras. Enaknya, suasana jadi sejuk dan tak terlalu berdebu. Namun efek lainnya, kami tak bisa melihat matahari terbit dari Pantai Timur.

Mendung di Pangandaran

Pagi yang indah, namun mendung masih menggelayut. Padahal kami keluar penginapan sekitar jam 6 pagi. Semestinya, matahari sudah mulai naik. Tapi apa boleh dikata, yang kami lihat hanya awan hitam berarak. Ditemani gerimis lembut yang menyelimuti pantai. Membuat basah jalan, juga membuat matahari enggan menampakkan dirinya.

Baca juga: Review Pantai Barat Pangandaran

Melihat Hasil Tangkapan Nelayan Pangandaran

Berbeda dengan keadaan alam yang mendung, suasana pagi di Pantai Timur Pangandaran justru cukup ramai. Banyak nelayan yang baru pulang melaut, lalu menjual hasil tangkapannya di sekitar dermaga. Saya melihat lobster yang besar, ikan kakap, ikan Sauri Pasific, udang, dan lain sebagainya.

Review Pantai Timur Pangandaran
Ikan Saury Pacific Pangandaran

Menurut nelayan setempat, baru-baru ini mereka bisa mendapatkan Ikan Sauri Pasific besar dalam tangkapan mereka. Itu karena pemerintah melarang kapal asing menangkap ikan di perairan Indonesia. Ikan ini sangat mahal di Jepang, Korea, dan Negara-negara Asia Timur lainnya karena sangat digemari masyarakat. Selain itu, ikan ini hanya ada di musim gugur saja.

Namun di Pangandaran, anda bisa mendapatkannya hanya dengan Rp60ribu/kg. Anda juga bisa minta tolong warga untuk memasakkan ikan tersebut. Biaya masak berkisar Rp20ribu-40ribu rupiah saja. Sudah termasuk nasi putih dan sambal. Murah sekali, kan?

Review Pantai Timur Pangandaran
Lobster yang dijual oleh warga setempat

Lobster juga disini dijual dengan harga terjangkau. Untuk Lobster ukuran kecil dan sedang, nelayan menjual dengan harga RP 100ribu-125ribuan/kg. Sedangkan Lobster ukuran besar dijual dengan harga Rp150ribu-200ribu rupiah/kg. biaya masak sama, sekitar Rp20ribu-40ribu rupiah saja. Sudah termasuk nasi dan sambal.

Review Pantai Timur Pangandaran
Ibu Penjual Ikan Asin

Duh untung ya, saya pecinta seafood, dan saya orang Indonesia. Merdeka banget deh rasanya. Surga dunia ketika yang kita suka, tersedia banyak sekali di negara kita.

Berpose di Jembatan Bambu

Di Pantai Timur, kalian bisa menemukan mercusuar dan berpose di jembatan bambu seperti ini. Berjalan ke tengah jembatan, lalu menghirup udara pantai yang segar.

Review Pantai Timur Pangandaran
Berpose di Jembatan Bambu

Bisa juga sambil sarapan, karena di sepanjang jalan di pantai timur banyak penduduk yang menjual pecel, nasi kuning, kue basah, gorengan, dan menu sarapan lezat lainnya. Harganya sangat terjangkau, sekitar Rp8000-Rp12.000 saja per porsinya.

Baca juga: Ke Pangandaran naik kereta, Gimana caranya?

Review Pantai Timur Pangandaran

Sebagai gambaran, saya bakal kasih sedikit review Pantai Timur Pangandaran untuk kalian semua. Apa saja yang bisa dilakukan disana, dimana beli oleh-oleh, dan tentunya…tempat berpose yang bagus.

Bermain air di Pantai Timur Pangandaran

Sebenarnya, kalau anda niat berpose OOTD, atau pecinta traveling in style, anda bisa mengambil foto yang cantik disini. Tapi saya sedang tak berminat OOTD-an. Jadi ya sudah, bermain dengan ombak saja saya puas.

Review Pantai Timur Pangandaran
Pasir Putih Pantai Timur
Review Pantai Timur Pangandaran
Iwan Beraksi di Pantai
Review Pantai Timur Pangandaran
Mbak Yanti Menikmati Pagi

Oh iya, di pantai ini kita bakal menemukan kotoran Rusa. Karena pantai timur bersebelahan dengan kawasan konservasi. Terjawab sudah pertanyaan saya saat makan malam bersama Mbak Yanti, Iwan, dan Dapit. Kenapa banyak rusa di depan restaurant. Mungkin kalau malam, rusa ini dilepas hingga mereka bermain santai ke tempat penduduk. Mereka juga mengais makanan di sekitar restaurant.

Review Pantai Timur Pangandaran
Perahu Pelintas Antar Pulau Pangandaran

Jika anda ingin melihat pulau lain di sekitar Pantai, anda bisa naik perahu dengan membayar sekitar Rp40ribu-50ribu saja per perahu. Perahu ini muat sekitar 12 orang. Jadi kalau anda banyak teman atau ikut rombongan lain, maka tentunya biaya akan lebih murah.

Cagar Alam Pangandaran

Kawasan ini dibuka pukul 08.00 WIB. Namun jika anda datang sebelum itu, petugas pun sudah standby. Jadi anda bisa masuk untuk menikmati kawasan hutan. Saya sempat bersantai sedikit di depan kawasan konservasi. Disini ada gardu pandang yang cantik mengarah ke pantai. Juga bunga bougenville yang menawan terkena embun pagi.

Review Pantai Timur Pangandaran
Cagar Alam Pangandaran
Review Pantai Timur Pangandaran
Pananjung Pangandaran

Jika beruntung, anda juga dapat melihat kera yang sedang berkeliaran bebas di sekitar kawasan konservasi. Tenang saja, kera-kera ini tidak mengganggu anda kok. Asalkan anda tidak mengganggu mereka.

Belanja oleh-oleh Pangandaran di Pantai Timur

Pusat perbelanjaan dan penjual oleh-oleh di Pangandaran memang di sekitar pantai timur. Disini anda bisa menemukan penjual seafood goreng yang rasanya lezat sekali. Harganya juga terjangkau. Sebagai contoh, saya membeli kepiting goreng seharga Rp40ribu/seperempat kg. Udang Rp20ribu/seperempat kg.

Review Pantai Timur Pangandaran
Seafood Goreng Pangandaran
Review Pantai Timur Pangandaran
Penjual Seafood Goreng Pangandaran
Review Pantai Timur Pangandaran
Toko tempat saya beli oleh-oleh Pangandaran

Selain itu, anda juga bisa membeli terasi, aneka ikan asin, kerupuk, dan cemilan khas pangandaran lainnya.

Review Pantai Timur Pangandaran
Ikan Teri

Harga ikan asin sekitar Rp15ribu/bungkus sampai ratusan ribu rupiah. Tergantung jenis dan ukuran ikan. Saya sendiri lebih suka membeli ikan gabus. Karena itu disukai di keluarga saya, dibandingkan dengan ikan jambal roti.

Review Pantai Timur Pangandaran
Jajaran Ikan Asin

Sepertinya lengkap sudah review saya tentang Pantai Timur Pangandaran. Review ini dibuat berdasarkan pengalaman saya pribadi, sehingga boleh jadi berbeda dengan saat anda ke tempat ini. Boleh share di comment yaa…

Lalu untuk anda yang masih bingung transportasi ke Pangandaran, mungkin review saya dibawah ini bisa membantu:

Selamat Liburan dan menikmati perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *