Staycation ala koper? Ini dia rekomendasi 4 Hotel Bintang 4 di Bogor

Kalau postingan sebelumnya membahas soal Staycation dalam kota, kali ini saya ingin berbagi cerita ketika staycation di hotel. Karena saya sering ke Bogor, saya akan menguraikan sedetail yang saya mampu soal hotel-hotel yang pernah saya singgahi, khususnya hotel Bintang 4 di Bogor.

Baca juga: Staycation, Pilihan Liburan Asyik buat Traveler sibuk dan budget terbatas

Di Bogor sendiri ada beberapa hotel bintang 4 yang cocok buat staycation. Semua hotel yang saya rekomendasikan disini sudah pernah saya coba, alias menginap di hotel tersebut selama minimal 2 malam, dan bakalan saya kasih review untuk masing-masing hotel. FYI, tulisan ini nggak ada kaitannya sama promosi/content placement, atau promote paid ya. Murni pendapat saya pribadi, berdasarkan pengalaman saya saat menginap. Jadi pasti isinya suka-suka saya. Nggak dilebihin, nggak dikurangin. So…here we go:

1). Hotel Royal Amarossa Bogor

Amarossa Royal Bogor
Amarossa Royal Bogor

Kalau soal strategis, hotel ini yang paling strategis diantara keempat hotel lainnya yang bakalan saya review. Terletak di seberang Botani Square, dekat pintu keluar tol Jagorawi. Kalau ke hotel ini, anda nggak perlu khawatir terkena jalan satu arah atau kena macet. Karena di depan hotel ada U-Turn jika anda hendak kembali pulang ke kota masing-masing. Tepat di seberang hotel ini, ada Kebun Raya Bogor. Sehingga anda cukup berjalan kaki saja jika ingin berkunjung. Atau mungkin anda kepingin ketemu Pak Presiden, bisa tinggal loncat saja ke Kebun Raya. Selain dekat dengan tempat wisata, pusat oleh-oleh juga dekat dari hotel ini. Jika anda ingin membeli Talas Bogor, Brownies talas, Asinan Bogor, dan oleh-oleh Bogor lainnya ada di sekitar hotel ini. Lagi-lagi, anda hanya perlu berjalan kaki untuk mencapainya.

Baca juga: Apa saja sih yang harus disiapkan sebelum jalan-jalan?

Kelebihan:

Kamar di Amarossa Royal Hotel Bogor
Kamar di Amarossa Royal Hotel Bogor

Sesuai namanya, Hotel Royal Amarossa punya konsep kayak kerajaan-kerajaan Eropa gitu. Kamarnya luas, bersih, dan berkesan mewah. Bagi si pecinta interior klasik, pastinya senang menginap disini. Toiletriesnya baguuuusss…bikin jatuh cinta. Terus sandal hotelnya beda dari hotel yang lain. Bentuknya kayak beludru dan berwarna merah maroon favorit saya. Di dalam kamar juga disediakan setrika & meja setrika. Jadi kalau baju kita kusut, nggak harus mahal-mahal ke laundry. Fasilitas yang lain kayak kolam renang juga oke. Luas dan terjaga kebersihannya. Begitupula ruang rapat, lengkap fasilitasnya, wifinya kenceng, pelayanannya juga cepat dan cekatan.

Restaurant : Meskipun Restaurantnya kecil, tapi restaurant hotel ini menjadi favorit saya diantara semua hotel yang sudah saya coba di Bogor. Selama saya stay di Hotel Royal Amarossa selama kurang lebih 3 hari 2 malam, makanan yang disajikan berkualitas yahudd!!! Selain menonjolkan makanan khas Bogor, Rasanya pun juara. Baik makanan buffet maupun di stall semuanya enak. Sangat-sangat enak malah. Two thumbs up deh buat chefnya. Pantas lah mereka menyandang gelar Bintang 4, karena masakan mereka nggak ada satupun yang gagal buat saya yang sangat picky eater.

Kekurangan:

Tempat parkirnya sangat sempit. Bahkan karena Hotel Royal Amarossa Bogor nggak punya tempat parkir, kita harus parkir agak jauh dari hotel. Memang sih ada fasilitas Vallet. Cuma ya itu, kalau mau keluar harus menunggu cukup lama.

Harga: Mulai dari Rp775 ribuan – Rp2,1 jutaan.

2). The 101 Resort Bogor Suryakancana

The 101 Resort Hotel Bogor
The 101 Resort Hotel Bogor

Hotel ini terletak di pusat kuliner Bogor, Jl. Suryakencana. Jalan dimana segala makanan khas Bogor tumplek blek disitu. Kuliner legendaris macam Asinan Gedong Dalem juga bertempat di Jl. Suryakencana. Meskipun ya, buat kita-kita yang muslim harus hati-hati banget dalam memilih makanan di tempat ini. Karena banyak makanan yang nggak halal. Maklum, jalan ini merupakan kawasan Pecinan lama kota Bogor.

Baca juga: Hijabers kok traveling?

Kamar di 101 Resort Bogor
Kamar di 101 Resort Bogor

Kembali lagi ke ulasan Hotel 101 Resort Bogor, interior kamarnya oke, kekinian banget terutama buat para traveler.  Fasilitas kamar juga lengkap. Tapi buat sekelas resort, bisa dibilang fasilitas kamarnya terbilang sederhana dibandingkan resort lainnya. 101 Resort Bogor lebih mirip seperti hotel budget gitu. Yang saya suka, ada balkon di setiap kamar yang bisa buat ngerumpi atau sekedar merenung sambil minum kopi. Sambil ngopi, kita bisa menikmati pemandangan kolam renang di bawah sana dan perumahan warga di dekat kolam renang. Toiletriesnya lucu-lucu, bahkan saya sempat bawa pulang pouchnya. Cocok dipakai buat traveling.

Toiletries
Toiletries

Kolam renangnya oke banget, dengan pemandangan bagus dan kebersihannya terjaga. Ruang bilasnya pun bersih.

Buat yang datang untuk rapat, fasilitas ruang rapatnya juga lengkap dan nyaman. Bentuknya unik, terutama tangga menuju ruang rapat dan kolam renang yang dibuat seperti spiral. Wifinya juga kenceng.

Meeting Room
Meeting Room

Restaurant: Restaurant di hotel ini menjadi vavorit saya yang kedua setelah Hotel Royal Amarossa. Interior restaurantnya mewah, dan jenis makanannya beragam. Rasanya juga enak-enak. Dari mulai hidangan pembuka, hidangan utama, dan hidangan penutup, semua punya kualitas yang oke. Selama 3 hari 2 malam saya menginap di 101 Resort Bogor, menunya selalu bervariasi, jadi nggak bikin bosan. Yang paling enak itu makanan di stallnya. Rasanya khas Bogor banget pokoknya, dengan chef yang ramah-ramah pula.

Kekurangan:

Meskipun desain interior kamarnya bagus dan kekinian, tapi kesannya kayak hotel budget banget. Saya sama teman saya sempat nggak bisa tidur di hari pertama karena suara dua bapak-bapak yang lagi ngerumpi di sebelah kamar terdengar keras dan membahana hingga tengah malam. Sepertinya kamar di hotel ini nggak ada peredamnya sama sekali. Saya sama teman saya juga khawatir kalau obrolan kami kedengeran jelas ke kamar sebelah. Itu satu. Yang kedua, keberadaan connecting door sungguh mencemaskan saya dan teman saya. Si tamu di sebelah kamar kami beberapa kali mencoba membuka connecting door itu. Oh My God, entah norak atau emang iseng tuh tamu. Bikin saya dan teman saya deg-degan semalaman. Berkali-kali memastikan kalau semua pintu dan jendela balkon terkunci.

Selanjutnya adalah akses. Saat pertama kali kesini, saya kaget juga sih karena letaknya di belakang pasar Suryakencana. Jadi saya bersama angkutan online bermacet-macet ria dulu dengan orang yang hendak ke pasar. Kita juga kena perbodden, sehingga ketika kita hendak keluar hotel, kita harus lewat jalan memutar yang cukup jauh lagi sempit dan macet.

Harga: Mulai dari Rp680.000 – Rp1.900.000.

 3). The Sahira Hotel Bogor

The Sahira Hotel Bogor
The Sahira Hotel Bogor

Saya sudah lebih dari 3 kali kayaknya menginap disini. Letaknya memang nggak di pusat wisata, tapi masih di Jalan Protokol Kota Bogor, tepatnya di Jalan A. Yani No. 17 – 23, Kota Bogor. Sehingga kalau mau ke tempat wisata tinggal panggil taksi atau ojek online. Kesan pertama menginap, seneng banget! Hahaha…kalau soal bagus, saya sering menginap di hotel yang lebih bagus dari The Sahira. Tapi suasananya, nggak pernah saya dapat di hotel lain. Seperti pendahulunya Sahira Butik Hotel yang terletak di Jalan Paledang No.53, Paledang Bogor yang mengusung konsep madani, The Sahira Bogor adalah hotel islami.

Kelebihan:

Pertama kali ke hotel ini saya datang pada malam hari, sudah capek, ngantuk, dan hujan deras banget. Begitu keluar dari mobil, saya dibukakan pintu oleh bellboy. Oke, itu masih biasa ya. Karena di setiap hotel juga saya selalu dibukakan pintu mobil. Yang nggak biasa adalah, bellboy itu mengucapkan salam, “Assalamualaikum, selamat datang di The Sahira Hotel.” Wah…rasanya hati saya adem gimanaaa gitu.

Terus pas saya ke resepsionis juga dikasih salam hangat sama mereka, disertai senyum. Buat saya yang muslim tentunya baper ya disapa bukan dengan kalimat “selamat malam” seperti biasanya, melainkan dengan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Pelayanannya cepat dan sangat ramah. Bikin saya senang dan capeknya terobati.

Terus lagi…terus melulu ya, tapi biarin deh saya lagi pengen cerita soalnya. Saat saya ke restaurant untuk makan malam, pelayannya menyapa lagi dengan ucapan salam. Karena saya datang hari kamis, ternyata sama chefnya di restaurant disediakan hidangan takjil kayak kolak, bubur kacang hijau, kurma, dan yang manis-manis. Padahal bukan bulan ramadhan loh saya kesananya.

Setelah selesai makan, pelayan di depan restaurant mengucapkan terima kasih kepada kami, lalu bilang, barakallah makanannya, semoga menjadi berkah. Waaa…baper lagi. Terima kasih The Sahira Hotel Bogor, semoga yang kayak gini dipertahankan ya. *Kayaknya Sahira harus bayar review saya deh hahahaha…

Nah kan, kebanyakan baper jadi lupa ngereview kamarnya. Anyway, kamar di The Sahira Hotel ini unik. Luas, dengan jendela yang berbentuk kubah. Bagus deh interiornya. Kasurnya juga bersih, dan buat saya yang suka alergi gatal-gatal jika tidur di tempat baru, disini saya nggak mengalami alergi itu. Entahlah, mungkin karena baperan sebelumnya 😀 Kamar mandinya juga bagus dan showernya berjalan dengan baik. Interior kamar mandi bagus, sesuai difoto, juga toiletriesnya elegan gimanaa gitu. Kita juga disediakan alat shalat di dalam kamar. Kolam renangnya juga bagus, cocok banget buat yang mau staycation sama keluarga atau anak-anak.

Kamar The Sahira
Kamar The Sahira

Restaurant: dengan kekhasannya tadi, restaurant The Sahira Hotel interiornya keren, berkesan luas dan mewah. Kalau weekend suka ada live musicnya. Dan selalu, setiap adzan berkumandang, live music dihentikan. Variasi makanannya oke. Banyaaak banget malah. Dari hidangan pembuka, utama, dan penutup, banyak pilihannya. Bahkan camilan pun disediakan di restaurant. Mereka juga menyediakan beragam menu, kayak masakan Jepang, Indonesia, Western, tapi paling banyak masakan middle east kayak nasi briyani, kambing bakar, dan lainnya. Kalau dari segi rasa sih standar ya. Cukup enak kalau menurut saya. Tapi saya cukup senang dengan variasinya. Saat menginap di bulan Ramadhan, menu sahur dan buka pun sama berkualitasnya. Saya ngomong begini karena di beberapa hotel berbintang yang pernah saya tempati, seringkali jika kita menginap di bulan Ramadhan timpang banget pelayanannya. Saat breakfast dan buka puasa menunya bagus, mewah. Eeh pas sahur super asal-asalan. Malah di satu hotel berbintang di suatu kota, saat sahur saya pernah dikasih makanan yang kualitasnya buruk banget (baca: basi).

Ruang rapat juga bagus, besar dan nyaman, juga dilengkapi dengan wifi yang kenceng.

Kekurangan:

Ada dua yang bikin saya kurang suka jika menginap di The Sahira Hotel. Keluhan ini ada pada kamar mandi di kamar. Pertama, air panasnya lama banget keluarnya. Jadi kita harus menunggu, otomatis banyak air terbuang. Kedua, toiletriesnya memang bagus, tapi….nggak ada shower capnya! Itu penting banget buat kami para cewek yang mau mandi tapi nggak pengin keramas. Padahal showernya super deras ngalirnya, dan bukan shower yang bisa dipegang kayak bentuk gagang telepon (You know what I mean, right?).

Harga sewa/kamar: Rp680ribuan – Rp3 jutaan

 4). Padjadjaran Suites Hotel Bogor

Pajajaran Suites Hotel Bogor
Pajajaran Suites Hotel Bogor

Hotel ini namanya kayak nama kampus saya. Hehe…Kalau hotel ini, rasanya saya sudah pernah mencoba semua kelas kamarnya deh. Dari mulai kamar superior, deluxe, executive, sampai kelas royal suitenya sudah saya coba semua. Soal kenyamanan kamar, boleh dibilang nyaman dan standar, makin tinggi kelasnya, semakin nyaman kamarnya. Ya nyamannya “cukup” saja. Satu yang selalu saya suka di hotel ini adalah pemandangannya. Biasanya saya selalu dapat kamar yang pemandangannya menghadap Gunung Salak. Kalau setelah subuh, saya suka nongkrong di balkon sambil menunggu sunrise. Amazing banget, dan perfect anglenya. Toiletriesnya bagus, tapi masih standar hotel Bintang 4. Nggak ada keunikan lain.

Kamar Suite di Pajajaran Suites Hotel Bogor
Kamar Suite di Pajajaran Suites Hotel Bogor

Kolam renangnya kecil. Mungkin diantara hotel yang pernah saya kunjungi di Bogor, kolam renang di Pajajaran Suites Hotel ini yang paling kecil. Tapi meskipun kecil, bentuknya memanjang, sehingga cukup lumayan buat berenang. Satu yang nggak enaknya adalah, kalau kita datang weekday. Nggak bisa dengan leluasa bermain di kolam renang, karena letak kolam renang di hotel ini berada tepat di depan ruang-ruang rapat yang selalu dipadati orang kantoran yang rapat, simposium, ataupun acara lainnya. Ruang rapatnya sendiri rata-rata sih bagus, cuma internetnya suka super lemot kalau lagi banyak tamu.

Ikan Koi di Restaurant Pajajaran Suites Hotel Bogor
Ikan Koi di Restaurant Pajajaran Suites Hotel Bogor

Restaurantnya cukup bagus viewnya. Ada ruangan tertutup dan ruangan terbuka di balkon maupun di pinggir kolam ikan Koi. Interiornya nggak terlalu mewah, standar saja. Untuk variasi makanan, sebenarnya cukup banyak, tapi rasanya just plain. Biasa-biasa saja. Nggak bisa dibilang enak, nggak bisa juga dibilang nggak enak. Just average. Tapi kalau makanan di stall, biasanya rasanya lebih enak daripada buffetnya.

View Gunung Salak dari Balkon
View Gunung Salak dari Balkon kamar

Kekurangan:

Kalau lagi beruntung, kita dilayani sama resepsionis yang ramah. Tapi saya dilayanin sama yang ramah kayaknya baru sekali deh. Sisanya, selalu saja sama resepsionis yang jutek dan kesannya nggak profesional gitu. Terus pelayan restaurantnya juga kesannya nggak profesional karena banyak anak magang. Bayangin, kita-kita tamu hotel lagi makan, terus kalau ada yang memindahkan piring ke ruang cuci piring, ampun deh…kenceng banget dorongnya. Kluntang-kluntang! OMG. Padahal di hotel lain meskipun lagi peak season pun saya nggak pernah dengar suara piring didorong, kayak orang ngamuk gitu. Cepat dalam mengangkat piring kotor, tapi nggak mengganggu tamu hotel.

Harga kamar: Mulai dari Rp615.000 – Rp3.000.000/malam.

Wuah…nggak kerasa ngoceh udah kebanyakan. Semoga bisa jadi referensi buat teman-teman traveler yang pengen staycation di Bogor.

4 Replies to “Staycation ala koper? Ini dia rekomendasi 4 Hotel Bintang 4 di Bogor”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *