Review Kereta Api Argo Parahyangan Premium

Review Kereta Api Argo Parahyangan Premium

Semenjak rute Jakarta-Bandung-Jakarta lewat tol Cipularang padat, sekarang jalur kereta api ramai terus. Kayaknya jarang deh KA Argo Parahyangan kosong. Bahkan kita harus beli tiket jauh hari untuk perjalanan Jakarta-Bandung. Terutama saat weekend datang.

Waktu itu, saya ada tugas di Jakarta, dan harus balik ke Bandung karena ada acara penting. Tapi…karena banyak kerjaan di Jakarta, saya jadi kelupaan mau booking tiket Kereta Api. Dan…saat saya buka web KAI, hari kamis malam, tiket untuk hari Jumat dan Sabtu habis total! Dari jam paling pagi, sampai paling malam. O..owww…

But wait…Kalau mengalami kejadian kayak gini, jangan patah harapan dulu. Jika anda kehabisan tiket saat weekend, pantengin terus web KAI. Biasanya, KAI akan memberikan Gerbong Argo Parahyangan tambahan. Waktunya bisa pagi, atau malam sekalian. Nah, karena itulah saya dapat KAI Argo Parahyangan Premium untuk keberangkatan Sabtu, 4 November 2017, Jam 07.50, dengan harga tiket Rp90.000. Atau Rp10.000 lebih mahal dari Kereta Ekonomi Plus Argo Parahyangan.

Apa sih bedanya Gerbong Kereta Ekonomi Plus dengan Gerbong Kereta Premium?

Gerbong Argo Parahyangan Premium
Gerbong Argo Parahyangan Premium

Bedanya ada pada kursi yang bisa diatur dalam posisi duduk maupun setengah berbaring, seperti kursi di kelas eksekutif. Apa sih ya, istilahnya? But you know what I mean, right?

Sedangkan untuk kualitas keempukan kursi, juga fasilitas seperti kenyamanan gerbong, jendela, layanan kereta api, toilet dan restorasi di gerbong premium ini sama dengan gerbong kereta api ekonomi plus. Kursinya diatur jajaran 2-2, dan tidak saling berhadapan sehingga anda tak perlu khawatir lutut anda beradu dengan penumpang lain.

Baca juga: Review Gerbong Kereta Ekonomi AC Argo Parahyangan

Gerbong Argo Parahyangan Premium
Kabin Gerbong Argo Parahyangan Premium

Seperti halnya kelas ekonomi plus, di gerbong premium Argo Parahyangan ini juga peletakan kursi diatur menghadap ke belakang dan ke depan. Pada pertemuan gerbong yang menghadap ke depan dan belakang, akan terlihat seperti ini.

Pertemuan Kursi yang menghadap depan dan Belakang
Pertemuan Kursi yang menghadap depan dan Belakang

Tips:

Pada perjalanan dari Bandung ke Jakarta, Nomor Kursi 1-11 menghadap ke depan. Sedangkan Nomor Kursi 12-20 menghadap ke belakang. Sebaliknya, pada perjalanan dari Jakarta ke Bandung, Nomor kursi 1-11 menghadap ke belakang. Sedangkan nomor kursi 12-20 menghadap ke depan.

Nah, tergantung preferensi anda sekarang, lebih senang menghadap ke depan atau ke belakang. Atau kalau mau naik kereta beramai-ramai dengan teman, anda bisa pilih nomor 11 dan 12. Sehingga bisa saling berhadapan dan mudah jika hendak mengobrol. Tapi…jangan sampai suara anda mengganggu ketenangan penumpang lain ya. Ada lho aturannya soal hal ini. Silakan anda baca buku petunjuk di kantong kursi depan anda.

Baca juga: Review Kereta Argo Parahyangan Kelas Eksekutif Buatan PT Inka

Ketinggalan barang di KAI

Saya ada cerita soal hal ini.

Kartu E-money
Kartu E-money

Kartu ini memang gak istimewa. Tapi buat saya yang commuter Jabodetabek, kartu ini penting banget (anda yang senasib sama saya pasti paham lah ya pentingnya kartu ini). Makanya kartu ini selalu ada di kantong tas saya, dan saldonya selalu saya isi lumayan banyak. Buat transport sebulanan lah biar nggak kena denda pas ngetap di pintu keluar, juga aman saat bayar tol.

Tapinya, karena bahlul dan mblasurnya saya, kartu multifungsi ini ketinggalan di Argo Parahyangan, siang itu. Baru inget pas sudah keluar stasiun. Sempet ngenes juga. Tadinya saya lapor ke bagian lost and found. Tapi antri puanjang rek. Lalu saya coba lapor sama pak satpam di pintu masuk, dibolehin langsung masuk lagi ke Kereta Argo Parahyangan. Di kereta, saya tanya ke petugas cleaning service Argo Parahyangan yang alhamdulillah semuanya jujur, baik hati, dan tidak sombong 😍😍😍😍

Saya pun ditunjukkan suruh ke kantor Polsuska.

Saat saya sampai di kantor Polsuska, Bapak Polsuska udah senyum lebar di kantornya sambil ngasih kartu saya. “Ini ya yang kamu cari?” tanya bapak itu. Saya langsung nyengir lega sambil bilang terima kasih. Hehe…Duh makasih banget kereta api Indonesia. Saya jadi makin cinta. Pelayanannya keren. Keretanya keren. Dan selalu tepat waktu.

Two thumbs up for them. Meskipun pegawai pemerintahan, BUMN, tapi kinerja mereka bisa disetarakan dengan pegawai perusahaan swasta bonafid. KAI, Tetap semangat membangun negeri!

Baca juga: Review Kereta Api Argo Parahyangan

Review Gerbong Bisnis Ciremai Ekspress Semarang Bandung

Perjalanan Semarang-Pekalongan menggunakan Kereta Api Kaligung

Perjalanan Jogja Solo dengan Kereta Prameks

Cerita Perjalanan Bandung Balikpapan ke Samarinda

Tips jika ketinggalan barang di Kereta Api

Pada setiap perjalanan, meskipun kita sudah waspada, tetap saja ada saatnya kita lelah, sehingga membuat ada barang yang tertinggal di KAI. Nah, apa yang harus anda lakukan jika ketinggalan barang di Kereta api?

  • Pertama, ingat dulu, kira-kira, anda meninggalkannya di bagian mana? Apakah di kursi penumpang, di toilet, di bordes, atau di restorasi.
  • Kedua, jangan panik. Ketika ada barang ketinggalan tapi anda sudah terlanjur keluar stasiun, langsung saja hampiri petugas keamanan/satpam di pintu masuk jalur KA. Bilang ada barang ketinggalan, kalau perlu tunjukkan tiket anda. Segeralah, sebelum kereta api kembali berangkat.
  • Ketiga, tanya ke petugas cleaning service. Kira-kira apakah mereka menemukan barang yang tercecer di gerbong kereta api. Jika belum lama ditemukan, biasanya barang yang tercecer ini masih dikumpulkan di restorasi terlebih dahulu, sebelum diantarkan ke kantor Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api).
  • Keempat, datang ke kantor Polsuska. Biasanya barang-barang yang tertinggal, tercecer, atau tertukar akan dapat ditemukan di Polsuska ini.

Tapi…semuanya kembali lagi pada Allah. Apakah barang tersebut masih rejeki anda atau tidak. Jika ditemukan oleh petugas kereta api, saya yakin 100% barang anda akan kembali. Tapi jika terlanjur dibawa oleh penumpang lain, itu yang nggak bisa kita jamin lagi bakal balik atau enggak barangnya.

Baca juga: Review KA Argo Parahyangan New Image 2018

Hmm…rasanya segitu dulu deh review dari saya tentang Argo Parahyangan Premium. Semoga bermanfaat buat anda semua. Have a nice journey 🙂

13 Replies to “Review Kereta Api Argo Parahyangan Premium”

  1. Makasih infonya, kebetulan saya sering banget pake kerta api ke Jakarta sekarang2 ini dari Bandung dikarenakan jalur arah ke Jakarta maupun sebaliknya ke Bandung macet terus, dulu kelas eksekutif sangat gampang untuk di booking sekarang susah banget, saya dapat ekonomi terus tapi ya lumayan lah daripada ga ada..😁 mengenai informasi kursi sangat bermanfaat sekali jujur saja saya baru tau pas baca postingan ini, saya kadang bingung pengen tau mana kursi yg mnghadap ke depan maupun ke belakang..pokonya terima kasih atas infonya semoga bermanfaat bagi semua orang.

    1. Halo mbak Radiyanti, Kelas A, H, I, J, X itu membedakan harga mbak. Biasanya kelas J dan X favorit karena harganya terendah dibandingkan kelas A atau H. Bedanya biasanya di letak gerbong. Sub kelas dengan harga paling mahal posisinya strategis, kayak di gerbong tengah rangkaian kereta (biar dekat dengan cafetaria, dan mudah saat turun di stasiun/dekat tangga/pintu keluar stasiun).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *