Review Gerbong Kereta Ekonomi AC Argo Parahyangan

Buat para commuter Bandung-Jakarta seperti saya, keberadaan kereta api Argo Parahyangan ini mungkin nggak asing lagi. Saya sendiri paling sering naik Kereta ini. Dan Sejak awal tahun 2017 makin sering lagi karena tuntutan pekerjaan membuat saya harus menjalani rute Bandung-Jakarta-Depok-Bogor. Kalau saat normal, mungkin travel adalah pilihan yang terbaik karena shuttle pointnya lebih dekat dari rumah dan ke tempat tujuan. Tapi…untuk saat ini rute Bandung-Jakarta maupun sebaliknya via tol Cipularang menjadi momok tersendiri buat saya. Macet luar biasa, mulai dari Jakarta hingga Karawang. Mikirinnya saja sudah bikin stress. Waktu tempuhnya kembali lagi deh ke jaman dimana belum ada tol Cipuralarang, saat Bandung-Jakarta/Jakarta-Bandung harus ditempuh hingga 6 jam. Bahkan bisa lebih. Ini salah satu alasan saya kembali naik kereta api.

Sebenernya saya sudah pernah bikin review tentang Kereta Api Argo Parahyangan disini tapi nggak apa-apa lah ya direview ulang. Kali ini sedikit lebih lengkap membahas Gerbong Kereta Ekonomi AC Argo Parahyangan.

Baca juga ini: Review Kereta Api Argo Parahyangan

Kereta Argo Parahyangan adalah Kereta Api yang melayani rute Jakarta-Bandung-Jakarta. Rute Jakarta Bandung biasanya berhenti di Stasiun Bekasi, Cimahi, dan Bandung. Di jam pemberangkatan tertentu, ada juga kereta yang berhenti di Stasiun Bekasi, Purwakarta, Cimahi, dan Bandung. Waktu tempuh sekitar 3 Jam 15 menit.

Sedangkan Rute Bandung-Jakarta biasanya singgah di Stasiun Cimahi, Bekasi, Jatinegara, dan Gambir. Di Jam pemberangkatan tertentu, ada juga kereta yang singgah di stasiun Purwakarta. Waktu tempuhnya sekitar 3 jam 9 menit.

Silakan cek di web kai berikut ya.

https://tiket.kereta-api.co.id/

Kereta Argo Parahyangan ini memiliki 3 pilihan kelas gerbong. Eksekutif, bisnis, dan Ekonomi AC. Namun demikian, pada beberapa jam keberangkatan, kelas bisnis dihilangkan. Hanya ada kelas eksekutif dan ekonomi saja. Dan spesial untuk kereta keberangkatan Bandung-Jakarta jam 08.35 WIB, seluruh gerbong yang ditawarkan adalah gerbong eksekutif.

Karena gerbong eksekutif dan bisnis sudah pernah saya review di postingan terdahulu, maka kali ini akan saya fokuskan ke gerbong ekonomi AC.

Jangan bayangkan gerbong kelas ekonomi AC adalah gerbong yang jorok, sempit, dan tidak teratur. Gerbong kelas ekonomi AC Argo Parahyangan merupakan gerbong premium. Berada di rangkaian belakang gerbong eksekutif. Bisa dibilang gerbong ini punya harga Ekonomi, tapi rasa eksekutif. Gerbongnya baru, sangat bersih, seat 2-2, dan tidak saling berhadapan sehingga jangan khawatir lutut anda beradu dengan lutut penumpang lain. Gerbong ini dibuat oleh PT. INKA, dengan suspensi yang sangat baik kalau menurut saya. Guncangannya sangat tipis, sehingga kita bisa nyaman duduk di dalamnya. Kebersihan juga sangat terjaga  karena selalu ada petugas kebersihan yang patroli sampah. Keamanan juga terjaga karena Polsuska berpatroli di setiap gerbong selama perjalanan.

Ini dia tampilan gerbongnya:

Gerbong Kereta Api Ekonomi Argo Parahyangan
Gerbong Kereta Api Ekonomi Argo Parahyangan

Nah, uniknya, sebagian gerbong ini ada yang menghadap ke depan, dan ada yang menghadap ke belakang. Tergantung arah perjalanan. Pada perjalanan Bandung-Jakarta, biasanya Seat Nomor 1-11 adalah seat yang menghadap ke depan. Sedangkan seat 12-21 menghadap ke belakang. Sebaliknya, pada perjalanan Jakarta-Bandung, seat nomor 12-21 menghadap depan, dan seat 1-11 menghadap belakang. Pada pertemuan gerbong yang menghadap depan dan belakang, bentuk kursinya gini:

Argo parahyangan
Argo parahyangan

Setiap seat dilengkapi dengan colokan dan tempat minum di depan kursi. Juga ada monitor yang menayangkan film. Tapi seringnya sih muterin lagu anak-anak. Naik kereta api tut tut tut….siapa hendak turun 🙂

Baca juga ini: Perjalanan Bandung Purwokerto Bersama KA Serayu

Jendela Argo Parahyangan
Jendela Argo Parahyangan

Kalau anda bosan duduk, anda bisa jalan-jalan ke kereta makan. Bentuknya seperti cafe kecil yang menyediakan makanan ringan, kopi, teh, juga makanan kemasan keluaran katering Kereta Api. Harga makanannya cukup terjangkau, tergantung pilihan anda. Hanya soal rasa, biasa-biasa saja 🙂

Cappucino dan Daftar Menu Resto KAI
Cappucino dan Daftar Menu Resto KAI
Resto KAI
Resto KAI Sorry mbaknya, ikut kefoto 🙂

Di gerbong makan ini, anda bisa makan, ngemil, sekaligus menikmati pemandangan indah. Jadinya, nggak akan bosen. Berasa kayak lagi di restoran mahal karena viewnya yang nggak murahan. Panorama Jawa Barat yang konon katanya diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum. Plus bonusnya, sambil duduk kita kayak lagi goyang dangdut di kursi. Entah kenapa, berbeda dengan gerbong penumpang, suspensi di gerbong kereta makan ini minim banget.

Pemandangan dari Kereta Api Argo Parahyangan
Pemandangan dari Kereta Api Argo Parahyangan
SDN Surveyor Indonesia
SDN Surveyor Indonesia

Kalau beruntung singgah di Stasiun Purwakarta, kita bisa melihat kuburan kereta api ini. Disebut kuburan kereta api karena gerbong kereta api yang sudah tidak terpakai lagi ditumpuk di tempat ini. Lucunya, tumpukan kuburan KAI ini justru menjadi daya tarik dan kekhasan tersendiri di Stasiun Purwakarta. Cantik dan unik banget bentuknya.

Kuburan Kereta Api
Kuburan Kereta Api-Purwakarta

Nah, dari tadi kita bahas soal fasilitas. Sekarang Harganya?

Sangat murah kalau dibandingkan dengan naik shuttle travel. Untuk gerbong ekonomi AC, kita hanya dikenakan biaya Rp80.000. Tiket bisa dibeli di web KAI. Bisa juga beli di situs online yang menjual tiket KAI.

Segitu dulu deh reviewnya. Nanti di postingan selanjutnya saya bahas deh ya untung ruginya beberapa situs pembelian tiket KAI online, rute jika menyambung dengan moda transportasi commuter line, dan bagaimana caranya untuk bisa nyaman naik kereta.

Update 4 Februari 2018

Minggu, 4 Februari 2018 saya naik KA Argo Parahyangan dari Gambir ke Bandung, jam keberangkatan 10.30 WIB. Saya dapat seat 15A di gerbong ekonomi 3. Nah, berbeda dengan urutan seat pada gerbong biasanya, pada gerbong ekonomi 3 ini, nomor kursi 1-11 arah ke Bandung menghadap ke depan. Sedangkan kursi nomor 12-20 menghadap ke belakang. Terus lagi, entah kenapa, di gerbong ekonomi 3 ini, jarak antar kursinya lebih sempit jika dibandingkan dengan gerbong lain. Kaki saya yang biasanya nggak bermasalah, tadi benar-benar stuck ke kursi depan. I don’t know why. Nggak mungkin kan saya nambah tinggi dalam satu malam? hehe…

Karena penasaran, sekalian jalan ke gerbong restorasi saya pun ngecek ke gerbong ekonomi 2 dan ekonomi 1. Urutan seatnya normal. Jadi, pada keberangkatan ke Bandung, nomor kursi 1-11 menghadap ke belakang. Sedangkan nomor kursi 12-20 menghadap ke depan.

So, mungkin hal ini bisa jadi pertimbangan anda saat memilih seat untuk jam keberangkatan 10.30 dari Gambir ya. Kalau keberangkatan dari Bandung berarti gerbong ekonomi 2, jam keberangkatan 06.30. 14.45.

Baca juga: Review Kereta Api Argo Parahyangan Premium

Baca juga: Review KA Argo Parahyangan New Image 2018

Salam kereta api 🙂

39 Replies to “Review Gerbong Kereta Ekonomi AC Argo Parahyangan”

  1. Ah tdk seperti yang ditulis. Sya saat ini naik kereta argoparahyangan kelas ekonomi ac dgn harga tiket 70 ribu rupiah. Tp tempat duduknya 2 dan 3. Saling berhadap hadapan. AC ada sih tp masih terasa sangat panas. Layaknya kereta ekonomi. Mgkin penulis bisa memperbaiki beritanya karena tdk sesuai dengan kenyataan di lapangan. Makasih

  2. Hari ini liburan ke bandung sama anak2 coba by train sesuai sih dgn yg ditulis tp sayangnya kaki susah dijulurkan berkali2 tulang kering mentok besi bangku depan dan duduknya kudu tegak kaya abri padahal tinggi sy hanya 165 klo bule yg naik bakal wassalam kayaknya,,,haha
    Btw lumayanlah buat harga segitu msh dpt diskonan pula klo beli di marketplace…😁

  3. I laaf kereta api Argo Parahyangan yang selalu menemani aku kalo ke Jkt, pernah nyobain pake yg ekonomi, bisnis dan eksekutif, tergantung kebutuhannya apa, kalo sendiri mau bobo istirahat enaknya pake eks, tapi kalo sante, ngobrol cantik bareng temen pake eko/bisnis aja.

  4. Kalau Bandung-Jakarta memang lebih bijaksana naik kereta api dibandingkan naik kenderaan roda empat. Apalagi kalau pas libur panjang. Tol cipularang gak bisa diprediksi naik mobil. Naik kereta api lebih pasti jadwal sampai.

  5. FYI setiap kereta itu akan diputar di turntable dalam waktu yang susah ditebak untuk mengurangi tingka keausan flens roda dari kereta tsb, biar rodanya ga benjol. Hal ini berdampak pada perubahan urutan kursi. Jadi urutan kursi di kereta itu sebenarnya unpredictable.
    Nah masalah seat pitch, untuk K3 16 itu berbeda mbak. Jadi ada yg pitchnya besar dan medium. Pitch buat seat 2, 5, 8, 11, 12, 15, 18 memang lebih besar dibandingkan seat yang lainnya. Dikarenakan peraturan Kementerian Perhubungan ttg SPM kereta ekonomi harus 80 seat. Jadi gabisa dibagi rata soalnya ada pengaruhnya ke rangka dasar kereta juga.

    1. Wah…terima kasih banyak informasinya Mas Galih. Ini menjawab rasa penasaran saya kenapa saat perjalanan berangkat kaki saya nggak bermasalah ke kursi depan, saat pulang kok nggak bisa gerak. Udah gitu karena sekarang banyak yang memilih KAI buat transportasi ke Jakarta, kursi di kelas eksekutif pun makin susah didapat. Apalagi kalau belinya dadakan. Tapi overall, saya puas naik kereta api (kebuktian di blog ini pasti posting review KAI setiap saya habis bepergian dengan KAI hehe..)

  6. Hai mba..
    mau tanya kalau naik argo parahyangan ke jakarta dari bandung, qt masuk k stasiun lewat pintu utara apa selatan ya?

    1. Halo Intan, kalau Pintu Utara itu yg di Jalan Kebon kawung. Sedangkan pintu selatan ada di Jalan stasiun barat (dekat Pasar Baru). Bisa masuk lewat kedua pintu. Tergantung dari arah mana rumah/hotel kita

  7. Hai mb Arum. .
    Kalau penginapan yg paling dekat dg staisun bandung apa ya? boleh bantu rekomendasikan?
    Ada rncana mau ke bandung bersma suami, tpii blm nh naik kreta dan menginap. .
    Terimakasih. .

    1. Hai Mbak Kiki, hotel paling dekat dengan stasiun Bandung itu Hotel Grand Sovia Mbak. Tepat berada di Depan Stasiun Bandung (Pintu Utara/Jalan Kebon Kawung). Harga kisaran 450ribuan per malam. Dekat situ juga ada hotel Scarlet. Masih sejajaran dengan Grand Sovia. Harga per malam juga sekitar 400ribuan. Ada juga Grand Pacific, di Jl. Pasirkaliki. Harga sekitar 400ribuan. Kalau yang hotel lain di sekitar stasiun saya belum pernah coba, jd nggak bisa kasih rekomendasi bagus atau enggaknya.

      Tergantung budget mbak. Bisa cari di traveloka juga, lokasinya cari di kisaran Pasirkaliki, Cicendo, Paskal, Braga, atau KebonKawung. Itu wilayah sekitar stasiun. Semoga membantu.

  8. Mba bentar lg sy mau liburan dr jkt gambir ke stasiun bandung, berempat. mau ambil kereta argo prhyngan ekonomi c (tertulis di tveloka), yg mau sy tnya nomor kursi yg berhadapan itu no brp yah? Supaya sy bs hadep hadapan sm keluarga sy. Tks

    1. Halo Mbak Ima, di Argo Parahyangan ekonomi, yang berhadapan itu nomor 11 dan 12. yg kursinya seat 2-2 ya. Biasanya harga berkisar 80-90ribu/orang.

      Sedangkan yang seatnya 3-2 dan harganya 70ribu/orang itu setiap tempat duduk berhadapan. Cuma saya nggak hafal urutan seatnya.

  9. Makasih mba arum jawabannya…sy dr sulawesi mau liburan ke bandung lwat jakarta, br pertama kali naik krta api jkt – bdg rencna pake argo prhyngan. Mau nanya lg mending ambil eksekutif (135rb) atau yg ekonomi (80rb). Kls Ekonomi kotor yah, pengap atau bgm?

    1. Sekarang nggak ada kereta yang kotor dan pengap mbak, sekalipun itu kereta yang paling murah harganya. Kebersihannya sangat terjaga. Gambar di atas itu saya ambil di gerbong KA Argo Parahyangan Ekonomi.

      Perbedaan eksekutif dan ekonomi sebenarnyya hanya dari kenyamanan seatnya saja. Sedangkan dari ketepatan waktu berangkat dan sampai tujuannya, sama.

      Gambarannya, kalau di kereta ekonomi seperti kita naik Lion Air, sedangkan kalau eksekutif, kita seperti naik business classnya Garuda. Kurang lebih seperti itu mbak.

      Mungkin mbak Ima bisa lihat review saya tentang gerbong eksekutif, atau ekonomi premium. Jadi bisa lihat perbandingannya dengan jelas.

      berikut linknya:

      http://www.arumsilviani.com/2018/05/25/review-gerbong-eksekutif-baru-argo-parahyangan-2018/

      http://www.arumsilviani.com/2017/11/14/review-kereta-api-argo-parahyangan-premium/

      Semoga info diatas memudahkan Mbak Ima. Happy traveling ya

  10. Mba arum mau nNya lagi.. Kalo kelas eksekutif argo prhyngan yg brhdpan no kursinya nomor brp yah?
    (Kemarin yg sy tanya yg kelas ekonomi)
    Krna seliat sy di tvloka jumlah kursi kls ekonomi lbih byk dr eksekutif.
    Spatau no kursi yg berhadapannya beda ekonomi dgn eksekutif… Heheh.. Maaf byk nanya… Br pertama kali

    1. Kalau kelas eksekutif semua menghadap ke depan mbak. tapi kursinya bisa diputar sesuai keinginan. Jadi bebas pilih seatnya. bisa depan belakang, misal seat 5A,5B dan 6A,6B. nanti kursi no. 5 ini yang bisa diputar menghadap belakang, jd bisa berhadapan dengan kursi no 6.

  11. hi mba arum, mau nanya untuk semua kelas economy argo parahyangan apakah tempat duduknya sudah reclining seat? atau masih adakah yang versi lama?

    1. halo mbak Eni…kalo untuk kelas ekonomi, Argo Parahyangan kursinya bukan reclining seat mbak. Masih kursi seat 2-2 yang fixed seat.

      Kalau mau yang reclining seat, mbak bisa pilih Argo Parahyangan Premium. Harganya beda sekitar 20ribuan dari kelas ekonomi biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *