Arum Silviani
Berenang di Pagi HariBerenang di Pagi Hari

Pengalaman Menginap di On The Rock Hotel Kupang

Pengalaman Menginap di On The Rock Hotel Kupang

Pengalaman Menginap di On The Rock Hotel Kupang

Di postingan sebelumnya, saya cerita kalau saat saya ke Kupang bulan lalu, Saya menginap di On The Rock Hotel, di Jalan Kelapa lima, Kupang. Hotel ini adalah hotel berbintang 4 yang terletak di dekat pantai.

Sudah dua kali saya menginap di hotel ini. Hotelnya bagus, juga memiliki view yang bagus. Kolam renang menghadap pantai, bersih, dan juga dilengkapi dengan fasilitas handuk, ruang ganti, dan bilas. Untuk kamarnya juga cukup nyaman. Kurang lebih seperti ini.

Kamar Hotel On The Rock Kupang
Kamar Hotel On The Rock Kupang
Meja Kerja di Sudut Kamar
Meja Kerja di Sudut Kamar
Selfie di Kamar
Selfie di Kamar

Baca juga: Kupang dan Warna-Warni Nusa Cendana

Hanya saja yang saya keluhkan di Hotel ini adalah, pelayanannya. Terakhir saya ke Kupang tahun 2013 dan menginap di hotel ini, pelayananannya kurang memuaskan. Ternyata sampai tahun 2017 pun masih begitu juga. Entahlah, apakah karena saya membandingkannya dengan hotel bintang 4 di kota lain, atau memang tak ada peningkatan pelayanan. Who knows?

Proses check in lamaaa…padahal sudah booking kamar sebelumnya. Untung saya nggak dikasih kamar yang masih ada orangnya.

Beneran loh ini kejadian, waktu tahun 2013, saya dimasukkan ke dalam kamar, dimana disitu ada barang-barang milik orang bule. Ketika saya protes, pelayan hotel malah bilang, “Nggak apa-apa sama-sama dulu.”

What??? Lu pikir si gue apaan suruh sekamar barengan orang lain, berjenis kelamin beda pula. Super aneh lah hotel ini. Saya protes berat saat itu. Mau pergi saja. Tapi akhirnya sang Manajer langsung datang. Minta maaf berkali-kali, dan mengganti kamar saya dengan kamar lain. Meskipun saya harus nunggu satu jam.

Selama satu jam itu, sang manajer nggak ninggalin saya. Ngajak saya ngobrol dan meminta maaf terus. Menurutnya, memang nggak gampang memberikan pelayanan standar hotel bintang 4, sementara mencari SDM yang kompeten dalam bidang perhotelan di Kupang itu susahnya bukan main. Jadi curhat deh bapak manajer itu. Saya bisa ngerti sih, soalnya si Mpok Ati yang mengelola sebuah percetakan di Kupang juga sering mengeluh soal sulitnya mencari SDM yang kompeten dan rajin di daerah ini. Mereka belum terbiasa kerja cepat, ramah, dan penuh empati pada pelanggan.

Tahun 2017, kejadian lagi pelayanan yang nggak asyik. Saat saya ke resepsionis, padahal waktu itu nggak ada antrian, eh sama mbak resepsionis si gue dicuekin. Dia malah asyik ngobrol sama satpam, dan obrolannya nggak penting. Padahal ada tamu loh di depannya. Akhirnya saya protes, bisa nggak ngobrolnya nanti? Saya tanya gitu. Akhirnya dia baru deh melayani saya.

Terus lagi, saya kan mau keluar, butuh taksi dong. Saya minta pesenin taksi ke resepsionis. Karena saya dikasih tahu sohib saya untuk pesen GOGO taksi saja, saya pun bilang ke resepsionis untuk dipesankan taksi GOGO.

Kali ini resepsionisnya Mas-mas. Apa katanya? “Maaf Kakak, kalau taksi Gogo tidak bisa diorder. Hanya taksi bandara saja yang bisa diorder. Atau mobil dari hotel.”

Saya mengernyitkan dahi, bingung. Sejak kapan ada taksi nggak bisa diorder via telepon? Saya sampai menegaskan kenapa taksinya nggak bisa diorder?

Dia jawab, memang taksi Gogo nggak bisa diorder.

Super aneh, kan? Saya biasa di hotel manapun, minta dipesankan taksi semuanya bisa. Bahkan di Jayapura sekalipun, bisa. Lha ini, aneh kali. So, akhirnya saya cek di google, ada nomor taksi Gogo. Saya telepon sendiri, pesan minta dijemput di Hotel On The Rock, dan BISA!

Saya nelpon di depan resepsionisnya. “Lha ini bisa mas? Kok tadi situ bohong taksinya nggak bisa diorder?” Saya sindir gitu aja, dan si resepsionis hanya menunduk sambil minta maaf.

Duh, saya jarang banget loh ngomel di hotel. Apalagi hotel bintang 4 yang biasanya kasih pelayanan ekstra karena harga kamar yang dibayarkan juga nggak murah, kan? Tapi kalau dibohongin itu rasanya ngeselin banget. Bikin kita susah percaya lagi.

Namun bagusnya, setelah dua resepsionis ini saya tegur, mereka jadi ngasih pelayanan yang lebih baik ke saya. Resepsionis jadi lebih ramah, dan langsung sigap jika saya butuh bantuan, atau hendak bertanya sesuatu. Apalagi ketika mereka jawab pertanyaan saya, pasti saya langsung tanya balik, “Beneran nih?” dengan nada menyelidik, memastikan supaya saya nggak dibohongin lagi. Hahaha…

Setelahnya, selama 3 hari 2 malam berlangsung mulus di On The Rock Hotel. Oh iya, harga per kamarnya antara Rp550.000 sampai Rp624.000/malam. Tergantung view dari kamar. Karena saya ambil kamar yang viewnya ke pantai, maka harga kamarnya Rp624.000/malam, atau sekitar 1,2 jutaan untuk 3 hari dua malam.

Jalur Jogging di Belakang On The Rock Hotel
Jalur Jogging di Belakang On The Rock Hotel

Overall, sebenarnya On The Rock Hotel ini bagus loh dari segi tampilan, juga view yang dimilikinya. Kolam renangnya asyik bangeeeeet…Indahnya sunset di Kupang bisa tertangkap maksimal disini. Semburat jingga di balik mentari yang tenggelam memberikan pesona magis yang sulit untuk dijelaskan. The best view in Kupang kalau saya bilang. *Katanya sih, Hotel Sotis punya pemandangan yang lebih bagus dari On The Rock. Tapi kan saya belum pernah kesana, jadi nggak bisa kasih review juga. Saya membandingkan dengan hotel di Kupang yang pernah saya singgahi. Sasando dan Timore Hotel. Selebihnya, saya selalu menginap di On The Rock.

Menjelang Senja di Kolam Renang On The Rock Hotel
Menjelang Senja di Kolam Renang On The Rock Hotel
Senja di Kupang bersama Shakti
Senja di Kupang bersama Shakti

Selain indah, Kolam renang juga dipisahkan antara kolam renang dewasa, dan kolam renang buat anak-anak. Kedalamannya aman buat anak-anak usia 5 tahunan. Terus tempat berjemurnya asyik. Jadi selagi nunggu Shakti berenang dan main air, saya sama Mpok Ati bisa rumpi tanpa harus khawatir si anak bisa tenggelam.

Ruang Ganti
Ruang Ganti

Pihak hotel juga menyediakan lobby to the swimming pool yang letaknya lebih tinggi dari kolam renang. Nah, di lobby ini, saya menikmati pagi sambil ngeblog, ngopi, dan menikmati semilir angin laut berhembus lembut. Mengibarkan jilbab saya, dan bikin semangat banget nulisnya. Tak lupa, saya suka pamerin pemandangan di depan saya ini ke temen-temen yang baru nikah. Biar kepengen buat honeymoon. Jangan Bali aja yang dipikirin, Makin ke Timur, Indonesia tuh semakin indah lho.

Ngeblog di Lobby Swimming Pool
Ngeblog di Lobby Swimming Pool sambil memandang horizon di depan mata
Berenang di Pagi Hari
Berenang di Pagi Hari
Suasana Kolam Renang di Pagi Hari
Suasana Kolam Renang anak di Pagi Hari
Shakti
Shakti yang lagi bergaya di depan fotografer

Di lantai dasar dekat kolam renang juga disediakan Gym. Saat saya ngintip, fasilitasnya cukup lengkap kok. Lumayan lah, bisa buat fitness ringan. Tapinya, saya mah kan nggak suka olahraga. Yang paling saya suka hanya lari-lari. Itupun di Gasibu sambil nawar baju #eeeh…

Kemudian dari segi kebersihan kamar. Meskipun nggak seluas hotel bintang 4 di Jakarta atau Bandung, tapi hotel ini punya kamar yang bersih dan nyaman. Enak lah buat tidur. Dan enak juga buat Shakti loncat-loncat. Dia malah nyuekin bundanya dan minta tidur sama tante Arum aja. “Aku betah disini, bunda pulang juga nggak apa-apa.” Nah kan, terbukti anak-anak pun suka, sampai dia mejeng-mejeng kayak gini.

Dokumentasi Mpok Ati
Dokumentasi Mpok Ati
Shakti yang lagi bergaya di tempat tidur, nggak mau pulang
Shakti yang lagi bergaya di tempat tidur, nggak mau pulang

Meskipun hotel ini sebelahan sama pemakaman umum, tapi nggak ada kesan serem sama sekali. Saya tidur sendirian (karena Shakti nggak boleh nginep sama emaknya huhu) tapi nggak mengalami hal-hal menyeramkan apapun. Malah nyenyak karena sesekali denger suara deburan ombak yang lembut.

Saat kita membuka tirai jendela, langsung terlihat horison di depan sana, juga Pulau Kera. Tapi ya, dasar saya yang takut air, saya kok merasa setiap saya buka jendela kamar, kayaknya air lautnya mau menerjang saya gitu. Bayangkan, saya tinggal di lantai 2, tapinya saya takut tenggelam ditelan air laut.

Pemandangan dari dalam kamar
Pemandangan dari dalam kamar

Ya udin lah ya, nasib orang takut air kayak saya mah emang suka parno. Mungkin pembaca juga ada yang senasib sama saya? Welcome to the club of “takut air”

You know what, waktu saya ke Bunaken, saya tadinya malah nggak mau nyebur sama sekali. Keindahan taman laut Bunaken nggak sanggup untuk membuat saya menyerah lantas nyebur dengan sukarela. Meskipun akhirnya saya nyebur juga sih sebentar, karena dijorogin temen dari perahu. Tapi begitu dideketin Ikan, langsung naik lagi ke Perahu.

Di Lombok pun, saya nggak minat tuh menari bersama Penyu. Padahal katanya itu fenomena langka, ketika free diving di Gili Meno dan Gili air nggak semua orang bisa lihat Penyu. Ok, well, itu kan kata mereka. Tapi saya mah lihat penyu gede gitu dalam air, mendingan langsung naik deh. Gemeteran, bro! Meskipun ya…kadang-kadang saya halau tuh rasa takut. Nyebur juga, jalan kesana-kemari di air, mainan sama bintang laut. Nggak terasa, tau-tau sudah jauh dari perahu. Dan disitu saya langsung niup sempritan. Minta dijemput. Wkwkwk…

Lalu, restaurantnya. Pada saat breakfast, makanannya nggak terlalu beragam. Rasanya juga nggak terlalu enak. Tapi yang penting, ada makanan wajib yang harus ada saat sarapan. Telur mata sapi. Hehe…

Yang enak dari restaurant di On The Rock Hotel adalah suasananya. Duh, keren lah pokoknya. Masakan yang kurang enak pun termaafkan 🙂

Restaurant di On The Rock Hotel
Restaurant di On The Rock Hotel

Internetnya juga lumayan kenceng lho. Apalagi buat saya pengguna Ind..sat sinyal payah, wifi disini membantu banget.

Satu lagi kelebihan hotel On The Rock adalah mudahnya mencari makanan di sekitar hotel. Bahkan ada Pasar Ikan Kelapa Lima yang siap memanjakan anda dengan hidangan seafood segarnya.

Warna-Warni Ikan di Pasar Ikan Kelapa Lima, Kupang
Warna-Warni Ikan di Pasar Ikan Kelapa Lima, Kupang

Nah, kayaknya itu dulu deh review saya untuk Hotel On The Rock by Prasanthi, Kupang. Perlu diketahui, review ini saya buat berdasarkan pendapat dan pengalaman saya pribadi, yang bisa saja berbeda dengan orang lain. Review ini juga saya tulis karena keinginan saya sendiri dan bukan merupakan promo atau endorsement berbayar.

Shakti lagi jaga Lobby
Jangan ragu buat main ke Kupang. Recommended!

Baca juga:

Semanis Madu dari Desa Loli Timor Tengah Selatan

Resep Sei Sapi Khas Kupang

Sei Ikan Saus Tiram Khas NTT

Have a nice journey. Salam Traveler 🙂

Arum Silviani

Arum Silviani

Lecturer, Translator, Travel Blogger and Fulltime Traveler

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.