Ketika Orang Indonesia Bagian Bandung jalan-jalan ke Negerinya Om Goblin

Informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada, Bannerman park

Dari Bandung Go Internasional! Kenapa enggak?

Nah, kali ini, saya bakal posting tulisannya sahabat sekaligus my older sister yang kece, Mbak Deasy Damayanti. Sesuai dengan tema blog ini yang mengusung info traveling, kuliner, dan gaya hidup yang Indonesia banget, maka nggak ada salahnya kita bahas gimana sih gaya hidup orang Indonesia ketika jalan-jalan ke ujung dunia?

Nggak usah banyak pembukaan deh kali ini. Yuk kita cus simak perjalanannya Mbak Deasy selama di negeri Mas Goblin (Penggemar Drama Korea pasti tahu lah yes). Siapa tahu, review dan cerita kali ini bisa bermanfaat buat teman-teman semua yang sudah setia membaca blog saya.

Check this out.

Ketika Orang Indonesia Bagian Bandung jalan-jalan ke Negerinya Om Goblin

By: Deasy Damayanti

Tidak pernah terbersit sedikitpun dalam benak saya untuk bisa mengunjungi negara yang satu ini.  Antara percaya dan tidak karena negara ini sangat jauh dari ekspektasi sebagai “a must visit country” buat saya, belum lagi perjalanan menuju kesana yang bisa memakan waktu sehari semalam (kadang lebih) dan tentu saja harga tiket pesawat yang sangat mahal membuat negara ini jauh dari keinginan saya untuk dikunjungi.  Kebetulan pada serpertiga tahun 2017 lalu saya mendapat kesempatan yang luar biasa karena tidak disangka dan tidak terduga sama sekali bisa mengunjungi negara yang terkenal dengan niagara falls-nya, yupe…betul, Canada, kota St. John’s provinsi Newfoundland and Labrador tepatnya.  Kota kecil yang terletak didekat pelabuhan.

Saya bisa berkunjung ke kota ini sebenarnya dalam rangka kerjasama bidang pendidikan antara Indonesia dan Canada, khususnya untuk pendidikan vokasi, tempat tujuan saya adalah Marine Institute of Memorial University Newfoundland and Labrador, sebuah perguruan tinggi ternama di St. John yang menerapkan sistem pendidikan dengan applied science.  Istilah bekennya, saya kerja sambil plesir dibayarin negara.

So, karena saya bukan Ji Eun Tak yang tinggal mengikuti Goblin buka pintu perpustakaan lalu Taraaa…tahu-tahu sudah di Canada, maka saya harus mengikuti prosedur mengajukan visa, naik pesawat puluhan jam, juga aneka drama lainnya. Hidup nggak pernah seindah drama Korea Sist, Bro. Kenyataannya, perjalanan saya menuju Canada boleh dibilang cukup, atau sangat melelahkan. Dari Jakarta ke Canada, harus berganti pesawat hingga tiga kali dan transit di berbagai negara (Again, I’m not Ji Eun Tak yang punya pintu ajaib).

Untuk menuju Canada, ada dua rute perjalanan yang bisa ditempuh yaitu melalui Hongkong atau Jepang. Konon karena pesawat Air Canada belum masuk ke Indonesia, jadi jika mau ke Canada harus melalui 2 negara tersebut. Selain itu, ada juga yang melalui Taipeh.

Kebetulan saya di-arrange-kan berangkat melalui Jepang dan pulang melalui Hongkong.  Jika melalui Jepang, rutenya menjadi seperti ini :

  • Jakarta – Jepang (Haneda) ditempuh dalam waktu 7 jam,
  • Jepang – Toronto ditempuh dalam waktu 12 jam
  • Toronto – St. John’s ditempuh dalam waktu 3 jam.

Sehingga total penerbangan adalah 22 jam, belum termasuk transit.

Sedangkan pada saat perjalanan pulang melalui Hongkong, rutenya seperti ini :

  • St. John’s – Toronto ditempuh dalam waktu 3 jam,
  • Toronto – Hongkong ditempuh dalam waktu 15 jam
  • Hongkong – Jakarta ditempuh dalam waktu 4 jam.

Total jam penerbangan baik melalui Jepang maupun Hongkong sama aja, yaitu 22 jam…..#pheew perjalanan terjauh yang pernah saya rasakan.informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada, bannerman park, Perjalanan ke Canada

Alhamdulillah, kondisi cuaca pada saat itu tidak terlalu dingin, meskipun saat itu saya tiba dini hari. Saya tidak harus mengenakan jaket tebal dan hangat. Tapi jangan dibandingkan dengan suhu di Jakarta atau Bandung, ya. Jelas suhu di St. John’s jauh dibawah suhu rata-rata di Indonesia.

Selama di St. John’s, saya menginap di Quality Hotel Harbourview selama 4 malam. Alasan saya memilih hotel ini adalah, waktu itu saya buta sama sekali tentang Canada dan Kota St. John’s. Oleh karena itu, saya minta rekomendasi seorang kolega yang asli Canada soal hotel yang representative. Setelah itu, barulah saya surfing melalui website.

Beberapa nama hotel sudah familiar buat saya seperti Quality, JW Mariott, Sheraton, Holiday Inn, dan lain-lain, tetapi saya menjatuhkan pilihan ke Quality Hotel Harbourview ini.  Sudah pasti bisa ditebak kenapa saya memilih hotel ini, yes betul sekali karena ada harbourview-nya. Dalam benak saya, pemandangannya pasti sangat menyenangkan bisa melihat harbour di pagi hari. Dan ekspektasi saya tak salah. Ketika pagi hari saya terbangun, saya bisa melihat pemandangan khas pelabuhan, kapal-kapal besar banyak bersandar di galangan kapal.

informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada
Quality Hotel Harborview Canada. Sumber: ca.kayak.com

Hotel Quality Hotel Harbourview saya pesan online lewat website Agoda, dengan tarif per malam untuk jenis kamar Standar dengan 1 Queenbed No Smoking sekitar Rp1.489.900 belum termasuk breakfast. Harga bisa saja berbeda tergantung Kurs CAD. Fasilitas hotelnya adalah 1 Queenbed yang bisa menampung 4 orang dewasa, televisi, free wifi yang lumayan kenceng, pemanas ruangan dan/atau AC, televisi, telepon, kamar mandi dengan shower dan bathtub. Kamarnya cukup luas, yaitu 20 meter persegi.

informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada, bannerman park,
Kamar di Quality Harborview Canada, Sumber: Agoda.com

Nah karena saya pesan kamar with no breakfast, maka untuk breakfastnya saya memilih beli di local café di sekitaran hotel. Sambil jalan pagi, sambil nyari makanan. Nggak usah khawatir, karena di sekitar hotel banyak makanan halal dan harganya pun cukup terjangkau. Sebagai gambaran, harga sandwich isi tuna atau Ham di local café atau supermarket sekitar CAD 2-5. Atau jika dirupiahkan, sekitar 20 – 50 ribu rupiah saja. Makin tebal lapisannya, semakin mahal harganya. Tapi harga segitu nggak jauh beda lah ya kayak di café-café di Jakarta atau Bandung. Masih reasonable price.

Oya, ada sedikit cerita lucu terkait bookingan hotel.  Setelah menetapkan pilihan pada Quality Hotel, saya memesan empat kamar untuk empat malam waktu itu under one credit card eh debit card tepatnya karena di aplikasi dimungkinkan membayar menggunakan debit card dan saya dengan pedenya confirm booking dengan cara payment at the hotel, takutnya ada perubahan pikir saya.

Singkat cerita ketika kami sampai di hotel saat dini hari, Saya keluarkan Credit Card dari Bank BCA. Dan reception bilang “the card didnt work” waduh….saya coba dengan kartu debit BNI, sama juga jawabannya, “the card didnt work”, coba dengan Credit Card Citibank, tetap “the card didnt work”, sampai salah seorang rekan yang berangkat bersama saya ikut membantu dengan mengeluarkan beberapa kartunya dari aneka Bank Bonafid di Indonesia, tetap tidak bisa.  Saya mulai panik karena saya tidak bawa uang cash yang cukup juga. Aduuh…bagaimana caranya ini, pihak hotel tidak bersedia mempersilahkan kami check in, harus ada kartu kredit atau kartu debit dengan jumlah nominal yang memadai untuk menjamin (padahal kartu debit saya saldonya lebih dari memadai lho hahaha).

Ketika dalam kondisi panik tidak ada kartu yang bisa dipakai, rekan saya tadi berkata “kita coba pake kartu saya yang terakhir nih, Debit Card Bank Rakyat Indonesia alias BRI. Semoga bisa karena tidak ada lagi kartu yang bisa dipakai”.  Sebenernya dalam hati saya merasa agak hopeless juga karena pas dilihat kartunya. What? BRI? Masa sihh? Menurut saya kayanya ngga mungkin deh.  Namun apa yang terjadi, justru kartu itulah yang menyelamatkan kami semua sehingga bisa beristirahat didalam kamar yang nyaman.  Horeee…Bank Plat Merah BRI nggak hanya menjangkau pelosok Indonesia, tapi juga dunia. Rasanya antara malu sama bangga sihh. Makanya, Never judge a card by its bank ya guys hahahaha

Perbedaan waktu antara Jakarta dan St. John adalah 9,5 jam lebih lambat dari Jakarta.

Biasanya, ketika saya bepergian ke negara yang perbedaan waktunya dengan Indonesia cukup lumayan, saya selalu melawan rasa jetlag dengan langsung beradaptasi dengan atmosfir setempat. Tapi kali saya kesulitan beradaptasi, mungkin karena perjalanan yang cukup jauh dan sebagian besar waktu di pesawatnya saya gunakan untuk tidur sehingga ketika tiba di hotel, saya tidak bisa tidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi.

Kita skip aja agenda formalnya ya, terlalu panjang kalo diceritain…saya ceritakan saja beberapa tourism spots yang saya dikunjungi dalam waktu yang sangat singkat disela aktivitas dan kegiatan formal yang padat. Mengingat perjalanan ini dibayarin sama negara, maka saya harus kreatif mencari tempat-tempat yang bisa buat plesir, tapi gratisan.

Dimana saja?

  • Bannerman Park
  • Signal Hill
  • Cabot Tower
  • Quidi Vidi
  • Harbourpark View
  • Walk along the city
  • Fish Exchange
  • Downhome Shoppee

Selanjutnya, saya bakal bahas satu-satu tempat yang saya kunjungi. Yuk simak perjalanan saya berikut ini.

Bannerman Park

informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada, bannerman park,
Bannerman Park, St. John’s

Bannerman Park ini lokasinya tidak jauh dari hotel, bisa ditempuh dengan jalan kaki dari hotel, hanya memerlukan waktu kurang dari 30 menit dan berjarak kurang lebih 1 km saja. Cuma karena waktu itu saya bingung memilih jalan, akhirnya saya berjalan memutar dan sampailah saya di Bannerman Park.  Letak Bannerman Park ini dibatasi oleh Rennie’s Mill Road, Circular Road, Bannerman Road dan Military Road.  Taman ini juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah dan bed and breakfast cafe ala Victoria.

informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada, bannerman park,
Bannerman Park

Memasuki areal taman, saya langsung disuguhkan dengan suasana tenang, nyaman, segar karena banyak ditanami pepohonan dan bunga-bunga.  Rumput hijau di hampir seluruh bagian taman membuat suasana taman menenangkan.  Di taman ini juga tersedia areal kolam renang untuk umum, taman bermain, lapangan baseball dan lots of grassy areas.

informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada, bannerman park,
di dalam Bannerman Park
informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada, bannerman park,
Bunga-bunga di Bannerman Park

Bannerman Park sendiri resmi dibuka pada tahun 1891. Sir Alexander Bannerman, Gubernur Newfoundland periode 1857 – 1864 saat itu menghibahkan sebidang tanah untuk dijadikan tempat bagi masyarakat bersosialisasi, dengan konsep open public. Tahun 2010, taman ini mengalami revitalisasi dan pemerintah setempat menambahkan areal skating outdoor, upgrade taman bermain, dan kolam renang serta memperbaiki pintu masuk.  Sampai saat ini, Bannerman Park sering dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai festival maupun event olahraga.

Di dalam areal taman banyak terdapat bangku-bangku yang bisa digunakan untuk bersantai, membaca buku, atau hanya untuk bercengkrama saja bersama keluarga, teman dan sahabat.  Uniknya, setiap bangku yang ada di taman ini merupakan donasi dari masyarakat sekitar Newfoundland.  Saya sendiri menikmati taman dengan duduk-duduk di bangku sambil sesekali mengambil foto.  Oya, jangan khawatir kelaparan, di dalam taman ini juga tersedia kedai mini yang menyediakan makanan-makanan ringan yang bisa dinikmati sambil bersantai ditaman.

informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada, bannerman park,
Tempat jajan di Bannerman Park

Tidak terasa, saya menghabiskan waktu hampir dua jam di Bannerman Park. Makin sore, taman ini semakin banyak dikunjungi. Mungkin karena sedang late summer juga sih sehingga orang-orang banyak yang bersantai-santai.

Sebagaimana kesan yang sering diungkapkan oleh yang sering kesini, juga oleh teman saya yang asli Canada, “Bannerman Park not a huge park, but a nice green spot close to downtown to escape to. 

 Yeap…a close spot to escape from my jetlag. hehe

Tapi nggak lupa, gaya orang Indonesia saat traveling adalah…

informasi hotel dan tempat jalan-jalan di Canada, bannerman park,
Selfie di Bannerman Park

To Be Continue….

Nah itu dia perjalanan Mbak Deasy ke Bannerman Park. Tunggu kisah selanjutnya Selasa depan ya guys. Thanks for read this article, semoga membantu dan bisa jadi referensi buat jalan-jalan ke Canada.

Happy traveling!

Baca juga:

Review Hotel Double One Villas Amed Bali

Review Hotel On The Rock Kupang

Staycation Ala Koper, Ini dia Rekomendasi 4 Hotel Bintang 4 di Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *