Arum Silviani

Skin Care vs Self Care di Tahun 2021

Skin Care vs Self Care. Kayaknya buat orang yang seumuran saya, nggak heran dong ya ngomongin skin care. Beberapa DM di aneka social media pun nanya soal skin care ke saya. Padahal sudah lama, saya tak bermesraan dengan aneka stuff itu. Mahal soalnya, sayang, mendingan dipake buat main uangnya 😆

Ketika beranjak 30, Skin Care vs Self Care

Setelah masuk ke usia 30an sekian…prioritasnya beda. Nggak cuma prioritas sih, tapi juga bagaimana kita makin mencintai diri sendiri. Di 20 an, kita cenderung pengen impress other people, eventhough they didn’t like us. Pengen pembuktian aja gitu ke setiap orang. Pengen dianggap ada. Pengen eksis. Juga kepinginan yang lain yang sebenarnya nggak sehat buat mental kita.

Self Care
Another Self Care of me

Setelah aneka gelombang dan cobaan, dan alhamdulillahnya udah lulus, otak saya pun “lebih jalan” sekarang. I found that in this life, you don’t need to impress anyone. You should love yourself first before you love other people. You should care yourself before you care someone else.

Egois?

Dulu sih mikirnya gitu. Sekarang ya enggak lah. Itu adalah bentuk dari Self Care.

Taking care of ourself, so we can have healthy mind,  and psychological wellness.

Karena ternyata, sebanyak apapun rangkaian skin care yang kita pakai, kalau batin kita tertekan, mental kita nggak sehat, juga masih “welcome” To the toxic relationship with friends or boyfriend or you name it, ya wajah juga gak bakal glowing.

Kusam dan keriput nggak usah ditanya lah ya, pasti menghampiri lebih dini.

Respect Our Self Before Others

So, I think now we should respect to ourself, by Self Care. Nggak usah peduli kalau orang lain bilang apapun, karena yang tahu kita kan diri kita sendiri. Buang toxic yang ada di sekitarmu, meskipun tadinya mereka adalah orang yang terdekat denganmu. Karena yang benar dekat, tidak akan menjejali racun ke tubuhmu.

Yang benar dekat akan membuatmu lebih bahagia.

Bagusnya sih, skin care, berpadu dengan self care, dengan porsi yang seimbang. *Ini idealnya, seperti landasan teori untuk membuktikan hipotesa.

Iya, itu sudah.

 

Post Terkait:

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.