Arum Silviani
Jembatan Kuning Iconic di Tahura

Pengalaman Hiking ke Tahura Djuanda Bandung

Ketika tiket pesawat mahal, kita bisa eksplore tempat indah di sekitar kita. Kali ini saya mau sharing pengalaman hiking ke Tahura Djuanda Bandung. Healing sambil staycation ceritanya. Seraya menunggu jadwal naik gunung.

Tahura Djuanda itu apa sih sebenarnya?

Tahura adalah singkatan dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dinamakan demikian, karena Ir. H. Djuanda sendiri adalah tokoh pahlawan dari Bandung, dan pernah menjabat sebagai Perdana Menteri RI ke-10. Namanya diabadikan menjadi nama Jalan di Kota Bandung yang kita kenal sebagai Jl. Ir. H. Djuanda atau Jl. Dago, dan nama hutan kota.

Rute Menuju Tahura Djuanda Bandung

Kalau dari arah Jakarta, kalian keluar Tol Pasteur, lalu arahkan maps kalian ke Tahura Juanda. Nanti setelah melewati Pasar Simpang Dago, lurus terus hingga bertemu terminal Dago.

Setelahnya kalian akan melihat 2 arah jalan. Ke kiri adalah arah ke Dago Giri (Dreamland, Lembang), dan ke kanan arah Tahura. Dari sini gampang, sudah ada Plang menuju Tahura di sebelah kiri jalan.

Tahura buka jam berapa?

Tahura Djuanda Bandung buka jam 08.00 dan tutup jam 16.00 WIB.

Jika kalian datang kepagian, nggak usah khawatir, kalian bisa kulineran dulu di sekitar Tahura. Ada Kopi Armor, atau Bubur Gowes. Rekomendasi saya, kalian harus coba bubur gowes deh. Enak rasanya, murah juga. Harga sekitar 15-18 ribu per porsi. Tergantung topping yang kalian pilih. Bubur Gowes bukan bubur ayam biasa pokoknya. 

Selain kuliner yang saya sebutkan, kalian juga bisa jajan di warung yang berjajar di depan Tahura Djuanda. Disitu kalian bisa beli lontong, gorengan, kopi, mie rebus, dll. Harga terjangkau. Gorengan sekitar 1000-2000 rupiah per potong. Kopi 3000-5000an saja.

Tenang, disini nggak usah takut mahal.

Di dalam Tahura, kalian juga bisa beli jagung rebus, jagung bakar, mie rebus, kelapa muda, dan kalau beruntung, kalian bakal ketemu sama penjual air nira. 

Air Nira di Tahura Djuanda
Melepas dahaga dengan Air Nira

Harga segelas air nira ini Rp5000an saja. Biasanya warga dari Lembang berjalan ke Tahura dan menjajakan Air Nira yang dibawa dengan Tabung Bambu.

Harga tiket masuk Tahura berapa?

Karena Tahura merupakan tempat wisata rakyat, tentu saja kita tidak harus membayar harga tiket yang tinggi.

Biasanya saya nggak bawa kendaraan, hanya bayar Rp15.000/orang untuk tiket masuk.

Jika kalian bawa kendaraan, mobil Rp12.000, motor Rp6000.

Oh iya, di Tahura hanya melayani pembayaran secara online ya guys. Kalian bisa bayar pakai gopay, shopee pay, OVO, dll. Intinya sih isi saja saldo e-wallet kalian. Hal ini jadi kebijakan Tahura untuk mengurangi kontak pada saat pandemi.

Nanti setelah kalian bayar tiket masuk, kalian bisa dapat gelang begini.

Gelang Tahura Djuanda Bandung
Gelang Tahura Djuanda

Di Tahura ada apa saja?

Ada Goa Jepang, Goa Belanda, Air Terjun, Penangkaran Rusa. Itu sih daya tariknya.

Goa Jepang Tahura Djuanda Bandung
Goa Jepang

Kalian nggak perlu bayar lagi kalau mau eksplore semua tempat di Tahura, kecuali Penangkaran Rusa. Biasanya kalian diminta untuk beli makanan rusa seperti wortel, sayuran dll. Nggak mahal kok, paling sekitar 15-20 ribu saja.

Penangkaran Rusa Tahura Djuanda Bandung
Penangkaran Rusa

 

Pemandangan di Tahura Djuanda Bandung
Pemandangan di Tahura

Nah, kalau kalian sudah melewati pemandangan indah ini, hati-hati ya guys. Karena kalian akan memasuki jalur monyet. Mereka suka merebut makanan kalian. Seperti saat itu, teman saya Ibhek yang lagi makan bakwan, direbut begitu saja oleh monyet penghuni Tahura. 

Tapi semuanya worth kok. Dikejar monyet bikin kita semangat melewati tanjakan.

Pohon tumbang yang iconic di Tahura
Pohon tumbang yang iconic di Tahura

 

Petunjuk jalan di Tahura
Petunjuk jalan di Tahura

 

Jembatan Kuning Iconic di Tahura
Jembatan Kuning Iconic di Tahura

Dari Tahura Juanda bisa tembus ke Maribaya nggak?

Dulu sih bisa, tapi sekarang jalurnya sudah ditutup. Jadi kalian hanya bisa mengelilingi hutan saja. Kalau saya, biasanya cuma sampai sini. Curug Batik.

Curug Batik
Curug Batik

Perjalanan dari Pintu masuk Tahura ke Curug Batik sekitar 2 jam jalan santai, dengan rute sekitar 12,44 km PP. 

Jalan santai yang saya maksud adalah berhenti makan bakwan, makan mie rebus, ngopi, dan istirahat di penangkaran rusa. Satu-satunya yang menantang adalah lari dikejar monyet.

Biar jelas, saya juga pernah bikin videonya. Kurang lebih begini rute hiking di Tahura.

Video Hiking di Tahura Djuanda Bandung

Tips: Peralatan yang harus dibawa saat hiking di Tahura Djuanda

Jika kalian mau hiking di Tahura Djuanda dan berniat jalan sampai ke Penangkaran Rusa Curug Batik, atau Curug Omas, lebih baik bawa kelengkapan berikut: 

Jas hujan/payung, jaket anti air, pakai celana yang nyaman, air mineral, dan juga sepatu hiking. 

Karena meskipun dinamakan hutan kota, perjalanannya cukup jauh, dengan medan yang boleh dikatakan “lumayan” buat yang jarang jalan kaki. 

Selain itu, karena Tahura Djuanda terletak di dataran tinggi Kota Bandung, disini sering hujan tiba-tiba. Licin juga karena banyak bebatuan yang diselimuti lumut.

Beberapa kali saya hiking di Tahura, dan di tengah perjalanan tiba-tiba hujan deras sekali. Shelter masih jauh letaknya. Untung kami semua terbiasa naik gunung, jadi sudah bawa perlengkapan standar seperti jas hujan, air mineral, dan cemilan.

Hujan di Tahura Djuanda sebenarnya syahdu. Apalagi kalau hujan turun saat kita sedang di sekitar curug. Biasanya saya dan teman-teman akan berlindung dulu di bawah daun talas raksasa. Seperti ini, contohnya:

Ketika terjebak hujan di Tahura
Ketika terjebak hujan di Tahura

Fasilitas lain di Tahura Djuanda Bandung

Selain fasilitas yang saya sebutkan, terdapat fasilitas pendukung lainnya yang bikin kalian tambah nyaman kalau hiking ke Tahura Djuanda Bandung. Mushollanya bersih, toiletnya bersih, ada tempat duduk untuk makan.

Kita juga diperbolehkan bawa bekal dan piknik di dalam hutan. Asalkan, jangan lupa sampahnya dibawa pulang ya.

follow my IG for further information.

Post terkait:

Arum Silviani

Lecturer, Travel Blogger and Founder of Antasena Projects

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.