Jalan-jalan ke Bandung yang nggak bikin kantong jebol? Ini dia Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker

“Mbak, mbok ya jangan pilih kasih. Bikin itennya selalu daerah luar. Sekali-kali bikin iten keliling Bandung buat backpacker, gitu. Murah meriah tapi menyenangkan.”

Yea…dapet protes begini dari temen saya yang tinggal di Jogja. Katanya saya nggak pernah bikin iten keliling Bandung buat backpacker. Sebenernya dulu sudah sih, yang saya tuliskan disini. Tapi memang nggak selengkap kalau saya bikin iten buat jalan-jalan di kota lain.

Makanya, kali ini saya bakalan bikinin Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker. Iten ini saya buat dengan rute yang berurutan, nggak usah pakai acara sewa kendaraan, dan nggak usah bayar tiket masuk mahal juga. Hanya perlu usaha dan kekuatan fisik untuk jalan kaki. *Tambahan kata Pak Wali, kuatin juga hati saat berpapasan dengan mojang Parahyangan anu gareulis pisan.

Yuk kita mulai. Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker.

HARI PERTAMA

Alun-alun Bandung

Kalau kamu sampai di Bandung Pagi hari, jalan kaki saja ke Alun-alun Bandung. Bisa shalat subuh di Masjid Agung Bandung, terus foto-foto di alun-alun Bandung.

Jalan Asia Afrika

Dari alun-alun Bandung, coba deh lanjutkan perjalanan ke jalan kenangan, JL. Asia Afrika. Di jalan ini banyak bangunan bersejarah seperti Museum Konperensi Asia Afrika, Gedung Merdeka, Hotel Savoy Homann, dan Bandung Nol Kilometer yang terletak tepat di depan kantor pusat PT. KAI.

Cikapundung River Side

Bahasa Indonesianya, pinggir kali Cikapundung. Terletak di kawasan Jl. Asia Afrika, lumayan buat nongkrong-nongkrong sambil ambil foto.

Jalan Braga

Jalan Braga juga salah satu jalan legendaris di Bandung. Saya pernah bahas detail di postingan sebelumnya. Tentang sejarahnya, juga kulinernya.

Di Jalan Braga ini bisa buat kulineran, atau sekedar duduk-duduk menikmati suasana Bandung di kursi yang sudah disediakan. Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah berfoto di depan bangunan bersejarah tentunya.

Saya pribadi suka nongkrong di salah satu restaurant legendaris di Jalan Braga, yaitu Braga Permai. Reviewnya sudah saya tuliskan di link ini:

Mengenal Braga Permai, Maison Bogerijen Resto

Jika kamu mau berfoto dengan latar belakang tulisan “BRAGA”, rutenya adalah:

Dari Jalan Asia Afrika, cari Gedung Bank Jabar (Sebelah Hotel Ibis). Tepat di depan bank Jabar ada monumen “Braga” berwarna merah yang cantik.

Beralih sedikit dari kawasan Jalan Braga, sekarang kita lanjut deh wisata kota Bandung. Mencoba menikmati kantor Walikota Bandung dan sekitarnya. Buat para backpacker, dari Jalan Braga ke Kantor Walikota Bandung bisa jalan kaki lho. Lewati jalan kereta, Bank Indonesia, sampai dehh.

Kantor walikota bandung ini lengkap dan hampir di setiap sudutnya instagramable. Ada kolam renang buat anak-anak di Taman Sejarah, Gedung Bandung Planning Gallery, Taman Labirin, Taman Vanda, Taman Badak, Taman Love, dan tentunya, Gedung Kantor Walikota Bandung. Kayak apa sih tempatnya? Yuk Lihat foto-foto berikut.

Taman Sejarah

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Kolam renang di taman sejarah
Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Spot foto di Taman Sejarah

Taman Sejarah menyuguhkan histori walikota Bandung pertama hingga saat ini. Nikmatilah dengan duduk di kursi yang telah disediakan sambil merasakan “vibe” kota Bandung yang memicu kalian untuk kreatif. Selain itu, jika berminat main air juga ada kolam renang (sebenarnya buat anak-anak sih kolamnya). Namun jika anda penikmat sejarah, disini anda dapat menyusuri monumen foto Walikota Bandung dari era terdahulu sampai sekarang.

Bandung Planning Gallery

Terletak bersebelahan dengan Taman Sejarah. Atau di balik tembok yang bertuliskan “Sejarah Bandung dimulai di Era Wiranatakusumah”

Jika hendak mengunjungi tempat ini, kalian tinggal masuk saja, lalu isi buku tamu. Setelahnya, kalian dapat melihat bagaimana Bandung akan ditata di masa yang akan datang nanti. Banyak juga alat-alat yang asyik buat simulasi.

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Spot Selfie di Bandung Planning Gallery

Nah, untuk mengakomodir anak muda Bandung yang suka selfie, disediakan pula monitor khusus selfie. Kita tinggalkan jejak dengan berfoto di depan monitor tersebut. Jangan lupa tinggalkan pesan dan kesan kita di layar sentuhnya.

Taman Labirin

Tempat ini nggak kalah seru lho. Meskipun kecil labirinnya, tapi instagramable banget. Cocok buat foto selfie sama teman, atau sama pasangan. Hehe…

Perhatian: Buat kamu yang hendak berfoto di sekitar balaikota Bandung, tolong ya bersikap santun. Karena sering banget tuh saya lihat saking pengen selfie dengan aneka gaya, malahan merusak tanaman. Menginjak tanaman tanpa berpikir efeknya. Plis deh ahh…

Taman Love

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Taman Love

Silakan deh bergaya ala Korea di taman love ini . Cakep lho. Ada gembok cinta disitu. Meskipun ya, dasar banyak golongan yang nggak menghargai estetika, atau dendam sama ibu kost, maka gembok-gembok disini justru banyak gembok rumah, kosan, atau gembok punya mantan?

Duuh…mantan tuh jadi masa lalu aja ya guys, jangan dikunciin. Ntar dibilang melanggar HAM loh *Hak Asasi Mantan.

Taman Badak

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Taman Badak

Masih bersatu sama taman love sebenernya. Cuma beda cover saja. Di taman badak ada patung badak, juga ada air mancur di depannya. Kalau ditanya itu simbol apa, maaf, saya ngga tahu ya guys hehehe…

Taman Vanda

Nah, taman ini terletak di seberang taman love. Kamu bisa berfoto kayak di luar negeri deh. Asal tepat ngambil anglenya.

Anyway, semua tempat wisata di kawasan Balaikota Bandung, GRATIS.

Kalau tadi sudah puas main di kantor walikota Bandung, sekarang kita geser lagi ke Kantornya Gubernur Jawa Barat.

Gedung Sate.

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Gedung Sate, Photo By: Rony Anwari

Gedung ini terletak di Jalan Diponegoro, salah satu jalan utama Kota Bandung. Meskipun dibilang mainstream, tapi kalian belum ke Bandung kalau belum mejeng di depan Gedung Sate.

Biaya Masuk: Gratis.

Museum Pos dan Giro Indonesia

Museum Pos Indonesia merupakan museum yang memajang benda-benda pos bersejarah, yang terletak di dalam kawasan Gedung Sate. Museum hasil karya duo arsitek J. Berger dan Leutdsgebouwdienst ini berdiri sejak tahun 1933 dan dahulu bernama Gedung Pos Telegrap dan Telepon (PTT).

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Museum Pos Indonesia

Bangunan ini bersatu dengan kantor PT. Pos Indonesia, dan terletak di Basement. Meskipun demikian, museum ini terawat dengan baik.

Kalau mau kesini, jam buka museum adalah:

Senin-Jumat 08.00-15.00. Sabtu 08.00-13.00. Sedangkan Minggu dan Libur Nasional TUTUP.

Biaya Masuk: Gratis.

Museum Gedung Sate

Museum Gedung Sate merupakan museum baru yang terletak di dalam kompleks bangunan utama Gedung Sate. Berbeda dengan museum lainnya yang kapan saja kita bisa masuk, di museum ini kita harus reservasi dulu ke panitia disini museumgedungsate.jabarprov.go.id

Biaya Masuk: Gratis.

Lapangan Gasibu

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Lapangan Gasibu, Photo by: Rony Anwari

Lapangan ini terletak di seberang Gedung Sate. Sebenarnya, lapangan Gasibu dipergunakan untuk jogging atau olahraga. Anda bisa lari pagi di tempat ini. Khusus untuk hari Minggu, mulai jam 5 pagi ada pasar tumpah di kawasan Lapangan Gasibu. Tepatnya di sekitar Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Nama bekennya Pasar Gasibu. Disitu kalian bisa jalan-jalan sambil cuci mata.

Siapapun tahu Bandung pusatnya Fesyen, Distro, juga kuliner. Nah di Gasibu ini segala macam ada. Dari mulai produk fesyen seperti Baju, Kaos, Sepatu, Celana Jeans, Tas, Kosmetik, Pakaian Olahraga, Pakaian Tidur, Pakaian Pesta, Sprei, Bantal, Boneka, sampai tukang sayur dan buah tumplek blek disini.

Biaya Masuk: Gratis.

Taman Lansia

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Taman Lansia, Bandung

Kepanjangan dari Taman Lanjut Usia. Tapi nggak cuma orang lanjut usia saja kok yang bisa jalan-jalan di tempat ini. Taman yang terletak di sebelah Gedung Sate ini memang dipergunakan untuk olahraga ringan, sambil menikmati udara segar.

Biaya Masuk: Gratis.

Taman Kandaga Puspa

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Taman Kandaga Puspa

Terletak di belakang Gedung Sate, atau di seberang pintu masuk Taman Lansia yang menghadap ke Jalan Cisangkuy. Seperti namanya, taman ini memajang aneka tanaman hias dan beragam koleksi tanaman lainnya. Kalau kamu pecinta tanaman, bisa juga lho beli bibit di taman ini.

Biaya Masuk: Gratis.

Museum Geologi

Terletak tak jauh dari Gedung Sate. Dari halaman depan Gedung sate, berjalanlah ke arah Taman Lansia. Museum Geologi berada tepat di seberang Taman Lansia.  Museum ini memajang benda-benda bersejarah dan artefak kuno. Cocok buat yang jalan-jalan sambil membawa anak-anak atau hendak mempelajari situs dan peninggalan masa prasejarah.

Saya sih lebih suka foto-foto sama mejeng di depan artefak hehehe…

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Museum Geologi

Oh iya, kalian juga bisa ketemu sama sohib saya semasa kuliah yang kini jadi pemandu di Museum Geologi. Resti, Asri, dan Rully. Silakan gangguin mereka kalau kalian kesini. Pasti dikasih penjelasan sejelas-jelasnya deh.

Biaya masuk:

Pelajar/Mahasiswa: Rp2000/orang

Wisatawan Domestik: Rp3000/orang

Wisatawan Asing: Rp10.000/orang

Jam buka:

Senin s/d Kamis pukul 08.00-16.00 WIB

Sabtu s/d Minggu pukul 08.00-14.00 WIB.

JUMAT LIBUR

Cara menuju Gedung Sate

Dari Terminal Cicaheum:

Naik angkot Cicaheum-Ledeng. Turun tepat di depan Gedung Sate. Ongkos sekitar Rp4000-Rp5000/orang.

Dari Terminal Leuwipanjang:

Kalian bisa naik Bus Damri tujuan Dago. Turun di Dukomsel Dago. Dari situ jalan kaki sejauh kurang lebih 1km dari Dukomsel Dago. Atau bisa naik angkot jurusan Cicaheum Ledeng yang ke arah Cicaheum. Ongkos sekitar Rp2000/orang, turun tepat di depan Gedung Sate.

Dari Stasiun Bandung:

Turun di Pintu Selatan Stasiun, Naik angkot St. Hall Dago. Bilang ke pak supirnya untuk turun di Dukomsel Dago. Selanjutnya bisa ikuti langkah di atas.

Hutan Babakan Siliwangi

Puas main di kawasan Gedung Sate, kalian bisa naik angkot jurusan Cicaheum-Ledeng, ke arah Ledeng. Turun di Babakan Siliwangi. Disini kamu bisa menikmati segarnya udara Bandung di hutan kota. Letaknya yang bersebelahan dengan Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) memudahkan kita untuk menemukannya.

Teras Cikapundung

Lokasinya berdekatan dengan hutan Babakan Siliwangi. Berbeda dengan tempat lainnya yang gratis, disini anda diminta investasi Rp10.000 buat orang dewasa, dan Rp5.000 untuk anak-anak. Saran saya, cobain deh rafting sampai ke Cikapundung River Side di kawasan Jl. Asia Afrika.

Teras Cihampelas

Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker
Teras Cihampelas

Nah, kalau tempat ini asyiknya dinikmati saat sore. Berjalan di Teras Cihampelas membuat kita bisa menikmati pemandangan kota Bandung. Letaknya berada di atas jalan Raya Cihampelas, atau biasa disebut Skywalk Cihampelas. Selain menikmati pemandangan dan aneka spot selfie yang instagramable, kalian bisa juga jajan disini. Baik menikmati kuliner khas Bandung seperti Cilok, Pisang Coklat, Batagor, Bakso, dan lain sebagainya. Selain kuliner, ada juga penjual souvenir khas Bandung seperti kaos, dll. Tenang saja, harganya cukup terjangkau kok.

How to get there:

Dari Teras Cikapundung, naik angkot Cisitu-Tegalega (warna ungu), nanti turun tepat di Teras Cihampelas. Kalau kamu backpacker yang nggak suka naik angkot, tenang saja. Di Bandung banyak tersedia Ojek dan taksi online kok. Tinggal pilih mau pakai provider mana.

To Be Continue…

Baca juga:

Taman Balaikota

Sepenggal Kisah dari Bandung Tempo Dulu

Terpenjara Pesona Presiden Pertama RI di Loji Banceuy

Itinerary eksplore museum Kota Bandung

Itinerary eksplore taman Kota Bandung

5 Replies to “Jalan-jalan ke Bandung yang nggak bikin kantong jebol? Ini dia Itinerary keliling Kota Bandung buat Para Backpacker”

    1. Sebenarnya kalau mau itin lengkap, nggak cukup sehari. Saya pernah nulis tapi di postingan terpisah.

      Rekomendasi saya bisa sewa motor di Bandung, terus jalan deh ke Bandung Selatan. Ada dua pilihan. Ciwidey, atau Pangalengan. Tentang Pangalengan sudah saya tulis di postingan ini:

      http://www.arumsilviani.com/2018/07/25/6-spot-foto-instagramable-di-pangalengan/

      telusuri saja linknya disitu, saya tulis lengkap.

      Terus untuk Bandung Utara, bisa main ke Lembang. Rekomendasi tempat main di Lembang juga sudah pernah saya tuliskan disini:

      http://www.arumsilviani.com/2016/01/01/tracking-ke-tangkuban-parahu/

      http://www.arumsilviani.com/2015/06/25/review-tempat-wisata-seputaran-lembang-cic-pasar-buah-dan-taman-bunga-begonia/

      http://www.arumsilviani.com/2015/02/17/bermandikan-bunga-di-kebun-begonia-maribaya/

      http://www.arumsilviani.com/2017/07/25/terbebas-dari-labirin-di-lembah-dewata/

      Nanti deh ya insyaAllah kalau sudah sempat, saya coba tuliskan itin lengkap buat Bandung Utara dan Bandung Selatan.

  1. saya mau ke bandung sekitar 4 hr an.rencana sewa motor, masukan dunk enaknya ke lembang dulu, kekota, apa ke ciwidey, truz enak nya hotel ttp dikota apa di lembang or ciwidey ya.thanks

    1. Ciwidey itu sekitar 2 jam perjalanan naik motor dari Kota Bandung. Kalo Lembang, sekitar 30 menitan dari Dago (pusat wisata kota Bandung).

      Saran saya sih puterin dulu Lembang seharian (disarankan berangkat dari pagi sekitar jam 5/6). Main deh ke Tebing keraton utk liat sunrise. Abis itu lanjutin ke Tahura, Dago dream park, rabbit town, lembah dewata, floating market, taman begonia, dusun bambu orchid forest, tangkuban parahu, kebun teh. Itu semua butuh waktu dua harian lah ya.

      Nginep enaknya di kota aja, supaya bisa eksplore kuliner dan wisata kota malam hari kaya alun2, jl. braga, asia afrika, jl. dago.

      Terus kalo ke Ciwidey, start dari kota bandung pagi (sekitar jam 6/7). eksplore deh kawah putih, kebun teh, penangkaran rusa, dll.

      bisa pilih nginep di ciwidey, tapi harga agak mahal biasanya.

      Yang cakep lagi itu Pangalengan. Daerah bandung selatan tapi beda jalur sama Ciwidey. Bisa lihat sunrise di Cukul pangalengan.

      Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *