5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu

5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu

“Mbak Deas…panaas!!!” Jerit saya siang itu.

“Yuk ngadem.” Sahut Mbak Deasy yang juga kepanasan, meskipun tangan dan matanya masih jelalatan mencari spot selfie di sekitaran Kota Lama Semarang.

Itu dia enaknya jalan sama Mbak Deasy. Kami berdua sama-sama flashpacker, traveler tukang ngadem, dan juga senang dengan segala sesuatu berbau klasik, oldiest, dan sejenisnya. Kali itu kami ke Semarang, dalam rangka merayakan ulang tahun kami berdua. Me time lah ya berduaan, tanpa bawa-bawa pasangan. Hehehe…

So, karena kami pecinta oldiest tadi, maka kami pun mencari kafe yang bisa buat ngadem, sekaligus menawarkan interior bernuansa jadul. Catatan khusus: Kalau bisa, kafe tersebut berbau Londo atau Jowo (Baca: Belanda atau Jawa). Berikut adalah hasil review saya untuk 5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu.

1. Spiegel Bar & Bistro

Spiegel Bar and Bistro
Spiegel Bar and Bistro
Berpose di Depan Gedung Spiegel
Berpose di Depan Gedung Spiegel

Jatuh cinta pada pandangan pertama.

Inilah yang saya rasakan waktu melihat facade Gedung Spiegel. Terletak di depan Taman Srigunting, Kota Lama Semarang. Bangunannya sangat cantik dengan nuansa kolonial yang kental. Kalau dari skala 1-10, saya kasih 10 deh buat kafe ini. Perfect place for dining pokoknya.

Interior Spiegel Bar & Bistro
Interior Spiegel Bar & Bistro
Interior Spiegel Bar & Bistro
Interior Spiegel Bar & Bistro
Kesengsem
Kesengsem

Menunya kebanyakan memang western food. Tapi Indonesian food juga ada kok. Ini dia menunya:

5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Menu di Spiegel Bar & Resto
5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Menu di Spiegel Bar & Resto
5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Menu di Spiegel Bar & Resto
5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Menu di Spiegel Bar & Resto

Untuk makanannya, kami berdua pesan Cream Soup, Shrimp dimsum (dimsum udang), dan Fish and Chips. Sedangkan minumnya kami pesan lime mojito dan strawberry juice.

Baca juga: Mengenal Braga Permai, Maison Bogerijen Resto

Review:

5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Cream Soup Ala Spiegel Bar & Resto

Cream Soupnya beda ya dengan zupa-zupa soup yang suka saya pesan di Maison Bogerijen (Braga Permai Resto). Di Spiegel Bar & Bistro, cream soupnya ini terbuat dari daging cincang. Rasanya gurih dan sangat lezat. Meskipun dari segi tampilan kayaknya nggak banget, tapi beneran deh dagingnya terasa lumer di mulut. Nagih banget.

Rating Rasa: 4/5

Value for money: 5/5.

5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Shrimp Dimsum ala Spiegel Bar & Bistro

Shrimp udangnya yang direkomendasikan oleh si mbak waitressnya enak. Gurih, khas hidangan mandarin. Sayangnya, agak keasinan buat saya dan Mbak Deasy. Mungkin kebanyakan soy sauce kali ya.

Rating Rasa: 3.5/5

Value for money: 3/5.

5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Fish and Chips ala Spiegel Bar & Bistro

Fish and Chipsnya porsi besar. Bisa buat berdua sih kalau menurut saya. Ikan dorinya enak, dengan bumbu yang meresap, tapi nggak berlebihan. Pas di lidah. Kentangnya juga renyah dan nggak terlalu kering gorengnya.

Rating Rasa: 4/5.

Value for Money: 5/5.

Untuk semua menu di atas, kami mengeluarkan uang sebesar Rp 198.950, sudah berikut Tax & service 15%.

Worth lah ya. Sukses bikin kami berdua kesengsem.

Balik lagi? Pasti!!!

Minggir sedikit dari Spiegel Bar & Bistro, yuk kita cobain makanan di Teko Deko Koffiehuis.

2. Tekodeko Koffiehuis

5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Tekodeko Koffiehuis Semarang
5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Tekodeko Koffiehuis Semarang

Kalau di Bahasa Indonesiakan artinya Rumah Kopi Tekodeko. Memang di kafe ini menu andalannya adalah aneka kopi racikan mereka. Terletak di Jalan Letjend Suprapto No. 44, Kota Lama, Semarang Utara, Tanjung  Mas. Tekodeko Koffiehuis mengusung konsep kolonial dalam interior maupun eksterior bangunannya. Kesan antik dan anggun juga langsung terasa saat kita masuk ke dalam gedung Tekodeko Koffiehuis. Meskipun masih kalah cantik dengan Spiegel, tapi saya cukup suka nongkrong di tempat ini.

Interior Tekodeko Koffiehuis Semarang
Interior Tekodeko Koffiehuis Semarang
Interior Tekodeko Koffiehuis Semarang
Interior Tekodeko Koffiehuis Semarang
Interior Tekodeko Koffiehuis Semarang
Interior Tekodeko Koffiehuis Semarang

Nah, saya dan Mbak Deasy pesan kopi gendis, nasi goreng, sama rice bowl gitu deh.

Kopi Gendis ini yang banyak direkomendasikan oleh para blogger dan juga media yang mengulas Tekodeko Koffiehuis.

5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Kopi Gendis Tekodeko Koffiehuis

Awalnya saya agak takut pesan kopi. Ya meskipun saya pecinta kopi, tapi itu hanya berlaku buat kopi Kapal Api saja. Sedangkan kopi asli atau racikan, saya nggak kuat. Biasanya saya suka nggak bisa tidur kalau minum kopi racikan, apalagi yang ada espressonya. Kayak pengalaman saya yang nggak bisa tidur 4 hari setelah minum Kopi Purnama.

Baca juga:

Nongkrong di Warung Kopi Purnama

Sanger, Kopi Lezat dari Tanah Rencong

Kopi Legendaris Atet Belitung

Review Cafe Tangga Tubagus Ismail Bandung

Review:

Kopi Gendis ini terasa ringan. Nggak berat atau pahit sama sekali. Malah beneran light banget rasanya. Cuma untuk saya sendiri kurang suka ya. Saat disajikan, kopi ini nggak panas. Malah hangat dan didominasi rasa susu. Membuatnya nggak punya rasa yang otentik gitu deh. Saya jadi bingung sendiri sama rasanya yang nggak ke kanan, nggak ke kiri. Jauh lah rasanya sama Kopi Purnama, Kopi Atet Belitung, atau Kopi Sanger Aceh. Kalah juga sama racikan kopi di Café Tangga yang terletak di sebelah kosan saya. Tapi kalau menurut Mbak Deasy, kopi ini enak. Ada taburan gula merah di atas buihnya.

Saya?

Maybe that’s not my style aja kali ya. Beda selera.

Poin lebihnya, kopi ini aman buat saya. Nggak bikin saya insomnia sampai mata melotot gara-gara espressonya kebanyakan.

Rating Rasa: 2/5.

Value for Money: 2/5.

Nasi gorengnya juga biasa saja rasanya. Masih lebih enak bikin sendiri hehe…

Rating Rasa: 2/5.

Value for Money: 2/5.

Total harga yang kami bayarkan di Resto ini adalah Rp 134.000 untuk dua orang.

3. Delman Resto

5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Interior Delman Resto

Bosan menyantap makanan ala Londo, kita beralih ke Delman Resto. Terletak di Jl. Simongan No.22, Ngemplak Simongan, Semarang Barat. Kota Semarang. Delman Resto ini letaknya nggak jauh dari tempat menginap kami di Mister Stay Homestay. Dari awal saya lihat restaurant ini, saya sudah jatuh cinta dengan gaya arsitekturnya. Terutama karena bangunan restaurant ini berbentuk Joglo dan kalau dari depan, ada Gebyok yang anggun menyambut tamu. Duh, Jawa banget deh pokoknya.

5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu
Gebyok di Delman Resto Semarang

Selain gebyok dan Joglo yang cantik, di sekitar joglo juga ada lesehan dalam bentuk gazebo yang tak kalah cantiknya. Serasa kita sedang berada di tengah pedesaan yang asri. Ditambah lagi suara gemericik air yang menambah syahdu suasana. I love this restaurant building so much.

Interior Delman Resto Semarang
Interior Delman Resto Semarang
Menu di Delman Resto
Menu di Delman Resto

Saya dan mbak Deasy pesan Teh Poci Gula Batu, Sup Tomyam, Sup Iga Sapi, dan Mendoan.

Pesanan Makanan di Delman Resto
Pesanan Makanan di Delman Resto

Agak aneh memang saat melihat menu yang nggak sesuai dengan konsep restaurant ini. Tadinya saya menyangka, semua masakan yang disajikan adalah masakan Jawa yang otentik, baik dari segi penyajian maupun citarasanya. Ealah, malah menunya campur aduk, apa saja ada. Kurang fokus sih kalau menurut saya.

Terus lagi, ini kan restonya bergaya Jawa, tapi musik yang distel justru musik barat, rock, atau oldiest macam lagunya ABBA Fernando, Chiquitita. Terus lagunya Frank Sinatra, BIG, dan lagu barat lainnya. Nggak salah siih…Cuma nggak nyatu sama konsepnya kalau menurut saya. Padahal kalau diiringi gamelan, terus makanannya juga makanan Jawa, that’s perfect lah.

Yang paling aneh, saat saya makan mendoan dan menyeruput teh poci, ealah malah diiringi lagunya Ariel. Kau hancurkan hatiku. Wis ra nyambung wis. Hahahaha…

Anyway…this is my review:

Sup Tomyam:

Sup Tomyam Delman Resto
Sup Tomyam Delman Resto

Rasanya biasa saja. Asamnya serasa bukan berasal dari lemon, tapi dari tomat. Hilang konsep lagi deh. Tapi lumayan lah, nggak gagal banget kok. Masih bisa diterima.

Rating Rasa: 2,5/5.

Value for Money: 3/5.

Sup Iga:

Sup Iga Delman Resto
Sup Iga Delman Resto

Sup Iganya enak. Gurih dan menyegarkan. Cuma dagingnya sedikit. Kuahnya aja yang banyak sekali, seperti porsi Tomyam.

Rating Rasa: 3/5.

Value for Money: 3/5.

Mendoan:

Mendoan Delman Resto
Mendoan Delman Resto

Mungkin diantara pesanan kami lainnya, mendoan inilah yang rasanya paling berhasil. Rasanya otentik. Persis sama dengan rasa mendoan di kota aslinya, Purwokerto.

Rating Rasa: 5/5.

Value for Money: 5/5.

Teh Poci:

Teh Poci Delman Resto
Teh Poci Delman Resto

Teh Pocinya juga enak. Berhasil deh membuat kami tenang dan merasa manis sepat daun tehnya.

Rating Rasa: 5/5.

Value for Money: 5/5.

Untuk menikmati semua hidangan di atas, kami mengeluarkan uang sebesar Rp 105.050.

4. Toko Oen

Toko Oen Semarang
Toko Oen Semarang

Toko Oen ini terletak di Jl. Pemuda No.52, Bangunharjo, Semarang Tengah, Kota Semarang. Mungkin sebagian besar dari anda sudah familiar dengan keberadaan toko ini. Terutama Toko Oen yang terletak di sebelah gereja di Kota Malang. Toko ini memang terkenal dengan aneka kudapan dan es krimnya yang melegenda. Terkenal mahalnya juga buat orang setempat.

Interior

Dari segi bangunan, nggak  usah ditanya lah ya. Saya suka banget. Mirip dengan Bangunan Toko Oen di Malang. Jika dilihat dari foto pada awal berdirinya, bangunan Toko Oen masih sama dengan pertama kali didirikan. Bernuansa kolonial Belanda dan sangat klasik. Dindingnya tebal, langit-langitnya tinggi, dengan jendela-jendela besar yang membuat sirkulasi udara berputar baik. Pelayannya juga kebanyakan sudah sepuh, dan mereka menggunakan seragam putih-putih dengan peci putih untuk pria nya. Seperti baju yang dikenakan para kompeni di masa lampau.

Interior Toko Oen Semarang
Interior Toko Oen Semarang

Menu

Well, itu tadi dari segi interior bangunan. Saat saya melihat menunya, sayang this is not my style. Semua-semua aja not my style ya. Habis mau gimana lagi, saya mah picky eater orangnya. Saya seneng duduk di Toko Oen sambil menikmati suasananya saja. Makanannya nggak ada yang cocok di lidah saya. Entah karena kami salah pesan atau gimana.

Pesanan di Toko Oen
Pesanan di Toko Oen

Lumpia

Rasanya aneh. Kok kayak bau pipis gitu. Ups…maafkaan…tapi saya susah mendeskripsikannya. Malah lebih enak lumpia basah abang-abang yang jualan di depan kampus ITB deh. Hehee…no offense lho.

Es Krim Toko Oen Semarang
Es Krim Toko Oen Semarang

Es krim

Meskipun saya sudah menyiapkan hati kalau rasa susunya dominan dalam es krim Toko Oen, tetap saja saat mencobanya, saya masih shock. I hate milk so much, and this ice cream has a strong taste of milk. Huhuhuhu…mendingan makan Magnum deh. Atau enggak, Walls dung-dung, atau es kenong di abang-abang. Kampring memang saya ini. Tapi buat saya, kualitas es krim di Toko Oen masih kalah jauh dengan es krim di Sumber Hidangan Resto Braga, Bandung atau Es Krim Ragusa Jakarta. Dari segi rasa, maupun tekstur. Toko Oen memang membuat homemade ice cream, tapi esnya kurang lembut sih kalau menurut saya.

Bakpao

Terus…apa itu yang bentuknya kayak bakpao dibelah-belah. Namanya susah, pakai bahasa Londo jadi saya nggak ngerti hehe…rasanya? Kayak bolu kukus yang kembang-kembang itu lho…apa ya namanya?

Duh maaf kata, semua makanan yang kami pesan sukses deh bikin saya meringis. Ngga doyaan…hiks hiks…

Tapi ini  balik lagi ke selera masing-masing ya. Beneran deh. Mungkin yang saya pesan memang kebeneran nggak cocok buat lidah saya dan Mbak Deasy. Belum tentu kalau buat anda nggak cocok juga. Mungkin malahan anda suka. Ya kaaan…

Sengaja saya nggak nulis rating rasa dan Value for money buat aneka hidangan di atas. Karena penilaian saya ya gitu deh….

Oh iya, untuk semua hidangan di atas, saya dan mbak Deasy bayar Rp65.000.

5. Restaurant Bu Pudji, Ungaran

Restaurant Tahu Bakso Bu Pudji
Restaurant Tahu Bakso Bu Pudji

Restaurant ini terletak di Jl. Diponegoro No.14, Gedanganak, Ungaran Timur. Agak jauh sih dari Kota Semarang. Sekitar 40 menitan perjalanan. Berbeda dengan suhu di Kota Semarang yang panas, di Ungaran ini suhunya sejuk dan sirkulasi udaranya cukup bagus. Saya sampai di Restaurant Tahu Baxo Bu Pudji ini sekitar jam 9 malam. Sudah hampir tutup sebenarnya, tapinya kami masih diperbolehkan untuk order.

Interior

Interiornya bergaya Jawa, tapi nggak ada yang spesial ya. Memang ini sepertinya ditujukan buat makan saja, bukan buat nongkrong-nongkrong ala anak muda.

Menu di Restaurant Tahu Bakso Bu Pudji
Menu di Restaurant Tahu Bakso Bu Pudji Ungaran

Saya berdua kakak sepupu saya ke tempat ini. Karena sudah lapar, saya langsung pesan Sup Buntut kuah, sedangkan kakak sepupu saya pesan sup buntut bakar. Tak lupa dong…pesan tahu baxo bu Pudji buat cemilan.

Makanan di Restaurant Tahu Bakso Bu Pudji Ungaran
Makanan di Restaurant Tahu Bakso Bu Pudji Ungaran

Rasanya?

Sup Buntut Bakar:

Dagingnya lembut, dengan bumbu yang meresap. Lezat sekali. Saat dagingnya diiris, tulangnya lepas sendiri. Terus kuahnya juga nggak kalah enak. Gurih mantap. Highly recommended.

Rating Rasa: 5/5.

Value for Money: 5/5.

Sup Buntut Kuah:

Yang ini juga rasanya juara. Dagingnya nggak pelit. Lembut, sehingga nggak nyangkut-nyangkut di gigi. Kuahnya juga mantap rasanya. Highly recommended.

Rating Rasa: 5/5.

Value for Money: 5/5.

Tahu Baxo Goreng:

Kayaknya kalau yang ini nggak usah ditanya lagi ya. Saya penggemar Tahu Baxo. Disini, rasa ikannya terasa, tapi nggak amis. Tahunya juga padat dan bagus kualitasnya. Highly recommended.

Rating Rasa: 5/5.

Value for Money: 5/5.

Mantap lah makan malam saya hari itu. Meskipun tergolong mahal untuk ukuran Semarang. Kami berdua menghabiskan sekitar 170ribuan buat semua pesanan kami. Tapi beneran deh, value for money untuk semua makanannya saya nilai 5 dari skala 5. Horeeeee!!!!

2 Replies to “5 Kafe di Semarang dengan Nuansa Tempo Dulu”

  1. Kok agak-agak gimana ya itu review toko oen, agak disensor yes xixixi yuk kita flashpacker lagi kemana gitu, nyari yang klasik-klasik lagi hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *